Situasi di Gaza semakin menegangkan dengan nasib gencatan senjata yang tidak pasti. Pemimpin Hamas memegang peran kunci dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Meskipun Israel menunjukkan keseriusan, kekhawatiran akan eskalasi konflik masih tinggi. Upaya mediasi dari berbagai negara terus dilakukan, namun hasilnya masih belum dapat diprediksi. Masyarakat internasional menanti dengan cemas, berharap perdamaian dapat segera terwujud di wilayah yang bergejolak ini.
Pejabat Hamas menolak optimisme AS tentang gencatan senjata Gaza, menyebutnya sebagai ilusi. Negosiasi di Qatar belum menghasilkan kesepakatan nyata. Konflik terus berlanjut dengan serangan udara Israel di Gaza dan Lebanon. Upaya diplomatik intensif dilakukan untuk mencegah eskalasi regional. Blinken akan ke Israel untuk finalisasi kesepakatan. Hamas menolak kondisi baru dari Israel. Netanyahu dituduh menghalangi kesepakatan. Evakuasi warga sipil Gaza terus berlanjut di tengah operasi militer.
Trump dan Netanyahu berdiskusi via telepon tentang kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza. Negosiasi baru dijadwalkan di Qatar, namun Hamas menolak berpartisipasi. Konflik yang dimulai pada 7 Oktober telah menewaskan ribuan orang dan mengungsi jutaan warga Palestina. Upaya perdamaian terus dilakukan di tengah ancaman perang yang lebih luas.
Hamas kehilangan kepercayaan pada AS sebagai mediator gencatan senjata di Gaza. Osama Hamdan, pejabat senior Hamas, menyatakan kelompok tersebut hanya akan berpartisipasi dalam pembicaraan jika fokus pada implementasi proposal Presiden Biden. Ketidakpercayaan ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung 10 bulan, menewaskan ribuan orang dan mengancam stabilitas regional. Hamas menuduh Israel tidak bernegosiasi dengan itikad baik, sementara Israel membantah tuduhan tersebut.