Singapura bisa saja mengakhiri pertandingan dengan kemenangan andai Faris Ramli mampu mengeksekusi penalti dengan baik. Namun, Nadeo melakukan penyelamatan gemilang dengan menggagalkan tendangan Faris Ramli.
Di final Piala AFF 2016, timnas Indonesia lagi-lagi bertemu dengan Thailand. Tim berjuluk Gajah Perang itu kembali memenangkan laga atas Indonesia dengan agregat 3-2.
Shin Tae-yong mengatakan aksi tersebut sempat membuatnya kesal. Terlebih, para pemain Singapura melakukan selebrasi saat Indonesia dalam kedudukan tertinggal.
Kelolosan Indonesia ke final merupakan yang keenam kalinya setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. Itu pun pada pentas SEA Games.
Pertandingan berjalan semakin sengit di sisa 10 menit babak kedua. Memasuki menit ke-87', Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat gol yang diciptakan Pratama Arhan.
Pada menit ke-40', para pemain Singapura melancarkan protes kepada wasit yang tak memberikan penalti setelah Amy Recha dilangggar Dewangga di kotak penalti.
Kehadiran Egy Maulana Vikri membuat skuad Garuda diprediksi menampilkan permainan ofensif dengan mengandalkan para pemain yang memiliki teknik mumpuni.
Shin Tae-yong menjelaskan VAR agar para peserta Piala AFF tidak lagi dirugikan oleh keputusan wasit. Hal itu seperti terjadi saat semifinal leg pertama antara Indonesia melawan Singapura.
Indonesia memiliki kans untuk lolos mengingat pihak penyelenggara AFF menghapus aturan gol tandang. Meski begitu, Shin Tae-yong menargetkan kemenangan atas Singapura tanpa harus melewati babak adu penalti.
Egy harus melewatkan sejumlah pertandingan timnas Indonesia di babak penyisihan Grup B Piala AFF. Hal itu dikarenakan Egy harus membela klubnya, FK Senica sebelum jeda libur musim dingin.
Indonesia sempat unggul melalui Witan Sulaeman di babak pertama. Keunggulan tersebut kemudian sirna ketika Ikhsan Fandi menyamakan kedudukan pada menit ke-70'.