BRI menunjukkan komitmen lingkungan melalui Program Yok Kita GAS menjelang MotoGP Mandalika. Inisiatif ini mencakup pelatihan pengelolaan sampah untuk 300 petugas, penerapan prinsip 9R, dan penggunaan Reverse Vending Machine. Upaya ini bertujuan memberdayakan masyarakat, menjaga kebersihan sirkuit, dan menciptakan alternatif pendapatan ekonomi berbasis lingkungan. BRI membuktikan kepeduliannya terhadap keberlanjutan dan lingkungan bersih.
BRI menginisiasi Gerakan Anti Sampah (GAS) untuk mendorong ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia. Program ini melibatkan pembangunan bank sampah, pelatihan masyarakat, dan inovasi pengolahan sampah organik. Hasilnya, ribuan ton sampah terkumpul, emisi karbon berkurang, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. BRI berkomitmen memperluas program ini demi mendukung Indonesia Net Zero Emission 2050.
BRI memberikan apresiasi kepada 76 Paskibraka dan 59 tenaga pendukung tingkat pusat melalui program BRI Peduli. Beasiswa dan dana apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam upacara HUT RI ke-79 di IKN. Steven Augustino Yudhiyantho, SEVP Human Capital Strategy BRI, menekankan komitmen perusahaan dalam menyelaraskan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan. Program ini telah berjalan selama 14 tahun berturut-turut, bertujuan memotivasi generasi muda Indonesia.
Desa Lubuk Dalam di Sumatera Selatan menghadapi tantangan akses karena kondisi geografis berawa dan sungai besar. BRI Peduli membangun jembatan gantung sepanjang 70 meter, memudahkan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi. Masyarakat kini dapat dengan mudah ke pasar, sekolah, dan ladang tanpa perahu getek. Bantuan ini wujud nyata kepedulian BRI terhadap pembangunan desa.