Pertemuan yang dilanjutkan dengan dialog dan ceramah umum ini membahas perkembangan geopolitik global, posisi strategis Indonesia di tengah perubahan tata dunia, serta langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan oleh organisasi kemasyarakatan Islam.
Selain keterbatasan sumber informasi, ia menilai tantangan lain adalah kemampuan menerapkan teori hubungan internasional dalam membaca dinamika global yang terus berubah.
Diplomasi Indonesia tengah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah negara untuk membangun narasi yang memungkinkan masyarakat saling memahami latar belakang agama masing-masing tanpa merasa saling terancam.
Penunjukan Anis Matta sebagai Wakil Menteri Luar Negeri membawa angin segar bagi diplomasi Indonesia di Timur Tengah. Dengan fokus pada isu Palestina-Israel, Matta berkomitmen memperkuat peran Indonesia dalam upaya perdamaian global. Meskipun pembagian tugas masih dalam finalisasi, visinya untuk menangani urusan dunia Islam menunjukkan arah baru kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih proaktif di kawasan tersebut.
Kediaman Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jakarta Selatan menjadi pusat perhatian dengan kunjungan sejumlah tokoh nasional. Kehadiran Anis Matta, Viva Yoga Mauladi, dan tokoh-tokoh lainnya menandakan proses pembentukan kabinet yang semakin intensif. Prabowo mengonfirmasi bahwa pertemuan ini terkait dengan penawaran posisi dalam pemerintahannya. Masyarakat kini menantikan pengumuman resmi komposisi kabinet yang akan memimpin Indonesia ke depan.