Seorang mufasir tidak dapat mengabaikan hadis-hadis Rasulullah dan pendapat sahabat. Penafsiran yang paling ideal adalah tafsir bi alma'tsur, yakni yang berlandaskan ayat, hadis, dan pendapat sahabat dalam menafsirkan Al-Quran.
Masyarakat ideal terus-menerus berubah dan berkembang menuju kesempurnaannya. Al-Quran menganjurkan pembaruan atau --dalam bahasa hadis Rasulullah SAW-- tajdid, atau istilah lainnya modernisasi atau reaktualisasi.
Dari satu sisi, apa yang ditekankan itu ada benarnya dan dapat diperkuat dengan kenyataan yang berkaitan dengan Al-Quran yang diyakini sebagai berdialog dengan seluruh manusia sepanjang masa.
Banyak cara pendekatan dan corak tafsir yang mengandalkan nalar. Ada yang membagi metode tafsir menjadi empat macam metode, yaitu tahliliy, ijmaliy, muqaran dan maudhu'iy.
Mereka mengandalkan bahasa, serta menguraikan ketelitiannya adalah wajar. Karena, di samping penguasaan dan rasa bahasa mereka masih baik, juga karena mereka ingin membuktikan kemukjizatan Al-Quran dari segi bahasanya.
Karena adanya dua kemungkinan ini, maka tidak setiap perubahan sosial dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menarik kesimpulan pemahaman atau penafsiran ayat-ayat Al-Quran
Mutlak perlu untuk memperhatikan penjelasan-penjelasan Nabi tersebut dalam rangka memahami atau menafsirkan firman-firman Allah. Dengan begitu, tidak terjadi penafsiran yang bertentangan dengannya.
Perkembangan tafsir dapat ditinjau dari segi kodifikasi (penulisan) juga dari sudut metode penafsiran. Walaupun disadari bahwa setiap mufassir mempunyai metode yang berbeda dalam perinciannya dengan mufassir lain.
Diriwayatkan oleh Imam Malik bahwa Said Ibn Musayyab, bila ditanya mengenai tafsir suatu ayat, beliau berkata: Kami tidak berbicara mengenai Al-Quran sedikit pun.
Surat An-Nisa memiliki 6 keutamaan istimewa dalam Al-Quran. Sebagai surah terpanjang kedua, An-Nisa memberikan perlindungan dari kezaliman, menghapus kejelekan, dan memiliki nilai spiritual tinggi. Bahkan Rasulullah SAW pernah meneteskan air mata saat mendengar bacaan surah ini.