Kufur besar kekal di neraka, kufur kecil tidak. Tapi membedakannya bukan sekadar istilahia menentukan nasib akhirat dan mencegah tafsir sesat. Berikut ini penjelasannya.
Ayat Ar-rijalu qawwamuna alan nisa sering dikutip untuk menegaskan dominasi suami. Tapi benarkah ia memenjarakan perempuan? Tafsir klasik justru menyebutnya beban tanggung jawab, bukan privilese.
Pendaratan manusia di bulan digadang-gadang bukti sains dalam Al-Quran. Al-Utsaimin menegaskan: memaksakan tafsir ilmiah justru berisiko menodai kesucian wahyu.
Istiwa Allah di atas Arasy memicu perdebatan tak berujung: tafsir lahiriah atau hakikat ghaib? Dari Imam Malik hingga Ibnu Taimiyah, akal dan wahyu terus diuji.
Dalam konteks ini, hadits ahad yang shahih sekalipun memiliki bobot wajib untuk diterima dan diamalkan. Ini bukan bentuk kekakuan, tetapi kepatuhan pada wahyu sebagai sumber kebenaran mutlak.
Tak banyak perempuan dalam sejarah Islam yang mampu berbicara lantang, apalagi menentang pandangan para lelaki pemuka agama di masanya. Tapi Aisyah binti Abu Bakar bukanlah perempuan biasa.
Pertanyaan itu membekas hingga hari ini, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan dalam Islam.
Betapa Al-Quran bersikap tegas terhadap larangan menikahi orang-orang musyrik. Dalam Surat Al-Baqarah (2): 221 ditegaskan, Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman.
Kata khalifah dalam bentuk tunggal terulang dua kali dalam Al-Quran, yaitu dalam Al-Baqarah ayat 30 dan Shad ayat 26. Ada dua bentuk plural yang digunakan oleh Al-Quran.
Seseorang yang tidak memperhatikan hubungan antara arsalna al-riyah lawaqi' dengan fa anzalna min aisama' ma'a (QS 15:22), yakni hubungan antara lawaqi' dan ma'a akan menerjemahkan dan memahami arti lawaqi' dengan mengawinkan (tumbuh-tumbuhan).
Untuk memahami arti suatu kata dalam rangkaian redaksi suatu ayat, seorang terlebih dahulu harus meneliti apa saja pengertian yang dikandung oleh kata tersebut.
Ibnu Abbas' menafsirkan, Yang dimaksud adalah nama-nama yang benda yang diketahui manusia, mulai dari manusia, hewan, bumi, tanah, lautan, gunung, unta, keledai, dan nama-nama benda lainnya.