Pada pertemuan pertama, Liverpool meraih hasil maksimal dengan mengalahkan Benfica 3-1. Kemenangan itu memberikan angin segar bagi Liverpool untuk menjalani leg kedua dengan keunggulan dua gol.
Kemenangan ini menjadi istimewa bagi seorang Ibrahima Konate. Pasalnya, gol ke gawang Benfica menjadi yang pertama bagi Konate untuk Liverpool di Liga Champions.
Benfica terus berupaya mencari celah mencetak gol. Tapi, usaha anak asuh Nelson Verissimo itu selalu kesulitan menembus barisan pertahanan The Reds yang tampil solid.
Menurut Klopp, klub asal Portugal itu bukan lawan sembarangan mengingat mereka bisa menyingkirkan Barcelona di fase grup dan berhasil lolos ke babak 16 besar.
Di babak kedua, tim besutan Jurgen Klopp langsung tampil menyerang. Mereka mencoba membombardir barisan pertahanan Arsenal dengan melakukan umpan-umpan terobosan yang terukur.
Selepas jeda, Liverpool masih mendominasi jalannya pertandingan. Akan tetapi, pasukan Jurgen Klopp itu kesulitan menembus ketatnya lini pertahanan yang ditampilkan La Beneamata.
Saat para pemain bersuka-cita atas raihan tersebut. Beberapa masih dengan kostum masing-masing bersenda gurau dengan piala di tangan. Mane menenteng sajadah.
Liverpool memimpin pada menit ke-15 melalui tendangan penalti Mohamed Salah. Setelah gol tersebut, permainan Liverpool kian tak tertahankan sang musuh.