Icuk mengungkapkan Greysia/Apriyani sangat konsisten dan telaten sejak awal pertandingan. Bahkan, mereka mampu mengembangkan permainan dengan lebih variatif.
Marcus/Kevin dibuat kewalahan dengan permainan Ong/Teo. Namun, pasangan berjuluk Minions ini bersyukur bisa melewati pertandingan sengit dengan kemenangan.
Greysia/Apriyani mengaku sempat menghadapi kendala pada gim kedua yang membuat mereka tertinggal jauh. Namun, peraih medali emas Olimpiade Tokyo ini mampu bangkit dan membalikkan keadaan di gim ketiga.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Federasi Badminton Dunia (BWF), mundurnya wakil Denmark unggulan ketiga itu dikarenakan mengalami cedera otot dada.
Memasuki interval kedua, Choi/Kim mampu membalas dengan raihan beberapa poin beruntun. Namun, Minion sukses membalikkan kedudukan dan mengunci gim kedua dengan keunggulan 21-19.
Gregoria sejatinya sempat unggul telak di babak pertama. Namun, performanya langsung menurun drastis di babak kedua yang membuat permainannya tidak berkembang.
Hendra menjelaskan kekalahannya di laga ini akibat cedera yang dialami Ahsan pada gim ketiga saat The Daddies unggul 14-10. Hal ini mempengaruhi permainan Hendra/Ahsan tak bisa berkembang.
Praveen/Melati menang mudah tanpa harus keluar keringat. Hal ini dikarenakan sang lawan, Yujiro Nishikawa/Saori Ozaki memutuskan mundur dari pertandingan.
Pemain yang baru menjalani laga babak final diberikan kesempatan beristirahat dan ditempatkan pada jadwal pertandingan hari kedua. Namun, Minions justru mendapat jadwal di hari pertama.
Ia menjelaskan kekalahan di gim kedua karena sedikit melepas tekanan dan ingin bermain lebih lambat. Tetapi, hal itu justru membuat Sitthikom Tammasin mampu mengungguli perolehan poinnya.