Greysia/Apriyani bangkit di gim kedua dengan keunguglan 21-13. Namun, Nami/Chiharu yang bermain lebih agresif di gim ketiga akhirnya mengunci kemenangan dengan skor tipis 23-21.
Dalam pertandingan ini Kevin juga sempat menerima kartu kuning saat ia berakting dengan meniup shuttlecock yang jelas-jelas akan jatuh ke luar lapangan.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu dinobatkan sebagai Pair of the Year atau pasangan terbaik tahun ini oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Jumat (3/12).
Selepas jeda, permainan Praveen/Melati seperti kehilangan fokus. Pasangan berjuluk Honey Couple ini acapkali kehilangan poin yang memberikan keuntungan bagi Tang/Tse.
Hendra bahkan mengaku melawan Presiden lebih sulit dibandingkan melawan pasangan ganda putra nomor satu dunia saat ini, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Mundurnya ganda putra India ini dikarenakan cedera lutut yang dialami Shetty. Ia sebelumnya juga mendapat perawatan terkait cedera lututnya saat di Olimpiade Tokyo 2020.
Meski kalah, Greysia/Apriyani tetap optimistis bisa lolos ke babak semifinal. Mengingat di laga pembuka Grup A, Greysia/Apriyani menang dari wakil Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.
Mundurnya dua pebulu tangkis ini menjadi berkah bagi Axelsen dan Sen. Mereka secara otomatis lolos ke babak semifinal BWF World Tour Finals mewakili Grup A.
Meski tertinggal, Marcus/Kevin tampak bermain dengan tenang. Lee/Wang sempat mencapai game point lebih dulu, akhirnya kalah setelah Marcus/Kevin menutup kemenangan di gim pertama dengan 23-21.
Selepas jeda, Praveen/Melati tak bisa membendung permainan Dechapol/Sapsiree yang tampil agresif. Bola-bola silang yang diperagakkan Dechapol/Sapsiree kerap menyulitkan pasangan ganda campuran Indonesia.