Tafsir Al-Furqan Ayat 72 yang Dibaca Pemain United: Karakter Muslim Sejati
fajar adhityaKamis, 16 Maret 2023 - 22:20 WIB
Ilustrasi Al-Quran. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pemain akademi Manchester United, Amir Ibragimov viral karena membaca ayat Al-Qur'an. Momen itu tampak dalam sebuah video yang menujukkan Amir tengah melafalkan sebagian dari Surah Al-Furqan di dalam Trafford Centre.
Video yang diposting oleh saudara laki-laki Amir, Ibragim Ibragimov, telah mendapatkan lebih dari 6.000 likes di Instagram dan telah dibagikan secara luas di platform tersebut. Banyak yang berkomentar memuji lantunan ayat-ayat Amir dan menggambarkannya sebagai "indah".
Amir Ibragimov diketahui membaca dua ayat dalam surat Al-Furqan, yakni surat 72 dan 73. Dua ayat tersebut berbicara mengenai sifat seorang muslim sejati.
Terjemahan: Dan, orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu serta apabila mereka berpapasan dengan (orang-orang) yang berbuat sia-sia, mereka berlalu dengan menjaga kehormatannya.
Melansir tafsir Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (16/3/2023), pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa di antara sifat hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah tidak mau dan tidak pernah melakukan sumpah palsu. Apabila lewat di hadapan orang-orang yang suka mengucapkan kata-kata yang tidak karuan dan tidak ada faedahnya sama sekali, dia berlalu tanpa ikut bergabung dengan mereka.
Dia menyadari bahwa seorang mukmin tidak layak melayani orang-orang yang menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga dengan omong kosong. Apalagi bila waktu itu dipergunakan untuk membicarakan hal-hal yang membawa kepada perbuatan dosa seperti mempergunjingkan orang atau menuduh orang-orang yang tidak bersalah dan lain-lain sebagainya.
Bersumpah palsu sangat dilarang dalam agama Islam, karena ketika bersumpah itu, seseorang telah berdusta dan tidak menyatakan yang sebenarnya.
Terjemahan: Dan, orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
Allah SWT menerangkan sifat para hamba-Nya, yaitu mereka dapat menanggapi peringatan yang diberikan Allah bila mereka mendengar peringatan itu. Hati mereka selalu terbuka untuk menerima nasihat dan pelajaran, pikiran mereka pun selalu merenungkan ayat-ayat Allah untuk dipahami dan diamalkan.
Sehingga bertambahlah keimanan dan keyakinan mereka bahwa ajaran-ajaran yang diberikan Allah SWT kepada mereka benar-benar ajaran yang tinggi nilai dan mutunya, ajaran yang benar yang tidak dapat dibantah lagi.
Tidaklah mengherankan apabila mereka sangat fanatik kepada ajaran itu, karena mereka sangat meyakini kebaikannya. Sangat jauh perbedaan antara mereka dengan kaum musyrikin yang juga fanatik kepada sembahan-sembahannya.