Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Lora Ismail Al-Kholili Ingatkan Gen Z Tak Hanya Upgrade Diri di Medsos

tim langit 7 Senin, 13 Januari 2025 - 19:00 WIB
Lora Ismail Al-Kholili Ingatkan Gen Z Tak Hanya Upgrade Diri di Medsos
Lora Ismail Al-Kholili dari Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan, Bangkalan, Madura.
LANGIT7-surabaya,- - Generasi Z (Gen Z) jangan hanya melakukan “upgrade” handphone/HP, tapi juga melakukan “upgrade” diri sendiri.

Peringatan itu disampaikan Lora Ismail Al-Kholili dari Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan, Bangkalan, Madura, Jawa Timur di hadapan ratusan GenZI (Generasi Z Islami) di Surabaya. “

Kalau hanya ‘upgrade’ HP justru mental mudah hancur, karena media sosial (sosmed) itu terlalu sibuk dengan urusan orang lain, sehingga ingin menjadi orang lain dan nanti bisa depresi,” katanya.

Dalam Majelis Subuh GenZI (MSG) episode ke-16 bertajuk “Upgrade Diri, Raih Mimpi” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Lora Ismail menekankan pentingnya ‘upgrade’ diri, karena potensi dan takdir setiap orang itu pasti berbeda.

“Ada Hadits tentang upgrade diri yang menyebutkan tiga sifat yang bisa merusak diri kita, karena kita tidak ada motivasi untuk berubah,” katanya dalam kegiatan bulanan oleh Remaja Masjid dan GenZI MAS.

Baca juga:3 Tips Wujudkan Rumah Tangga Harmonis ala Rasulullah

Menurut generasi keenam dari Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil itu, tiga sifat yang disebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW akan bisa merusak diri, yakni pelit, suka mengikuti hawa nafsu, dan mudah merasa hebat/jumawa/merasa cepat puas.

“Jadi, musuh utama kita itu diri sendiri, kalau pakai HP itu justru membandingkan diri dengan orang lain dan melihat orang lain sebagai musuh, sehingga bisa stres, karena sukses itu tergantung diri kita sendiri, apakah mau berubah atau tidak, bukan orang lain,” katanya.

Ia menjelaskan pelit itu membuat orang sulit ‘meng-upgrade’ diri sendiri dan berkorban/berderma untuk diri sendiri, sehingga sulit sukses, karena suka menyalahkan keadaan dan menyalahkan orang lain, sehingga orang ini tidak bisa “selesai” dengan dirinya sendiri.

Selain pelit, orang yang selalu mengikuti hawa nafsu juga disebut banyak ulama sebagai orang yang lebih setan daripada setan, karena tidak mau berubah dan tidak ada rasa penyesalan (maksiat/salah terus).

“Ibarat anak kecil, nafsu itu kalau diikuti ya terus, jadi solusinya ya jangan ikuti hawa nafsu, fokus pada ‘upgrade’ diri,”

Selain pelit dan suka mengikuti hawa nafsu, sifat yang bisa merusak diri adalah mudah merasa hebat/jumawa/merasa cepat puas. “Itu menghalangi untuk upgrade diri, karena sekali Tahajud saja sudah merasa paling sholeh se-kecamatan,” katanya.

Lora Ismail menyebut tiga tipe orang yang mau melakukan “upgrade” diri yakni beruntung, rugi, dan celaka/terlaknat. Orang beruntung itu karena hari ini lebih baik dari hari kemarin, orang rugi itu karena hari ini dan hari kemarin sama saja (tidak ada perubahan), dan orang celaka/laknat itu karena hari ini justru lebih buruk dari kemarin.

“Tanda orang beruntung atau melakukan upgrade diri adalah memperkaya diri dengan ilmu (kualitas), memiliki manajemen waktu (punya target pencapaian), mencari cyrcle (lingkungan/teman) yang baik di dunia offline maupun online, punya mimpi (tekad kuat), dan pasrahkan hasil apapun kepada Allah SWT,” terangnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)