LANGIT7.ID-, Jakarta - - Istilah
Kidult diambil dari gabungan dua kata yaitu "kid" yang berarti anak-anak dan "adult" yang berarti orang dewasa. Jadi sebutan
Kidult mengarah kepada orang dewasa yang memiliki minat dan konsumsi terhadap sesuatu yang dipandang lebih cocok untuk anak-anak.
Kamus Cambridge Dictionary mendefinisikan kata ini sebagai “orang dewasa yang senang melakukan hal-hal atau membeli barang-barang yang ditujukan untuk anak-anak.” Dalam data Collins Dictionary, istilah ini sudah muncul dalam surat kabar Sunday Times yang terbit pada 2007 silam.
Kidult yang tengah menjadi fenomena yaitu ramainya orang dewasa yang memiliki minat terhadap hal-hal yang condong kepada kebiasaan anak-anak. Seperti misalnya membeli mainan. Mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit demi kepuasan diri.
Mainan-mainan yang dibeli oleh para
Kidult ini merupakan mainan yang ditargetkan untuk anak-anak. Misalnya saja membeli mainan kartun, pahlawan super, dan barang koleksi yang mengingatkan mereka akan masa kecil. Boneka,
action figure, sampai mainan Lego.
![Mengenal Apa Itu Kidult, Orang Dewasa yang Cenderung Kekanak-kanakan]()
Mengutip
BBC, seorang wanita bernama Amanda Hope rela menghabiskan lebih dari £3.000 atau sekira Rp60 juta lebih untuk mengoleksi mainan Jellycat.
“Mereka sangat lucu dan menggemaskan,” kata Hope. "Ada sesuatu yang sangat menarik dari wajah kecil mereka yang bahagia!," tambahnya.
Amanda adalah salah satu dari semakin banyak orang dewasa yang membeli mainan untuk dirinya sendiri.
Lalu Elle Lynn (23), pecinta mainan ini memperkirakan telah menghabiskan £2.300 (Rp46 juta-an) untuk koleksi Jellycat dan sekira £500 (Rp10 juta) untuk mengoleksi Lego.
Menurutnya bermain Lego dapat membantu orang dewasa melepaskan diri dari kesibukan mereka.
"Saya merasa membangunnya cukup terapeutik. Ini membantu saya melepaskan diri dari hari-hari sibuk yang penuh stres," kata Elle, yang bekerja sebagai koordinator proyek.
"Dan menyenangkan memiliki beberapa karakter favoritmu."
Elle mengatakan, dia mungkin akan memiliki lebih banyak Lego jika bukan karena biayanya.
“Untuk beberapa set Lego yang lebih besar, harganya cenderung lebih mahal sehingga tidak mudah didapat,” ujarnya.
Fenomena
Kidult ini terjadi secara meluas, dan sepertinya menjadi massif berkat "bantuan" media sosial.
Melissa Symonds, direktur eksekutif mainan di analis Circana, berpendapat bahwa media sosial memainkan peran besar dalam periklanan dan penjualan mainan.
“Jutaan orang menonton media sosial,” katanya.
“Mereka menemukan kembali merek-merek favorit lama dan bahkan merek-merek yang terlibat dalam tren saat ini mulai meningkatkan kesadaran mereka melalui media sosial.
Melihat target pasar baru ini, sejumlah perusahaan akhirnya membuat lini produk yang ditujukan khusus untuk pada
Kidult, orang dewasa yang ingin bersenang-senang dan memuaskan
inner child mereka.
(lsi)