Tafsir
Dan berbeda dari sikap orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah, orang-orang yang diberi ilmu, baik Ahlul kitab maupun orang mukmin, mereka berpendapat bahwa Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, itulah yang benar dan memberi petunjuk bagi manusia kepada jalan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji zat dan perbuatan-Nya.
Allah menjelaskan bahwa berbeda dengan orang kafir yang tidak mau mempergunakan akal dan pikirannya dan secara apriori menolak apa yang diberitakan Al-Quran, sebagian Ahli Kitab, seperti Abdullah bin Salam, Kaab, dan lainnya, mengakui bahwa apa yang diberitakan dalam Al-Quran tentang akan datangnya hari kiamat adalah benar dan tidak dapat diragukan lagi. Mereka juga mengakui bahwa Al-Quran adalah petunjuk dari Allah kepada jalan lurus yang harus dipedomani oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Quran itu terdapat undang-undang, peraturan, dan hukum yang sesuai dengan fitrah manusia dan lingkungan hidupnya serta pasti akan membawa kebahagiaan.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Saba'
Surat Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman. Dinamakan
Saba' karena didalamnya terdapat kisah kaum Saba'. Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bernama
Bendungan Ma'rib, sehingga negeri meka subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmatnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul. Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa
sailul 'arim (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya bendungan Ma'rib. Setelah bendungan ma'rib bobol negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur.