home global news

Ketika Azan sebagai Syi'ar Berkumandang di Cologne, Jerman

Jum'at, 14 Januari 2022 - 14:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Suatu hari di bulan Oktober 2021 lalu, keputusan Walikota Cologne, Henriette Reker, menjadi berita utama di seluruh Jerman. Ia mengizinkan umat Islam mengumandangkan azan saat shalat Jumat.

Kumandang azan di kota ini sebenarnya bukan pertama kali. Di Masjid Fatih di Düren, juga di North Rhine-Westphalia Utara, muazin mengumandangkan adzan tiga kali sehari sejak tahun 1990-an. Meski begitu, Cologne belum menjadi kota yang ramah muslim.

Cologne merupakan kota terbesar keempat di Jerman, dengan sekitar 130.000 muslim dan 35 masjid di dalamnya. Sekira 12% populasi muslim mewakili bagian yang hampir dua kali lipat rata-rata nasional di Jerman, di mana muslim mengisi sekitar 6,5% dari total populasi.

Reker memiliki alasan mengizinkan azan berkumandang pada gelaran Shalat Jumat, meski pemandangan itu belum lazim. Bagi dia, lonceng berbunyi di gereja untuk mengundang umat Kristiani ke Kebaktian, sementara panggilan muazin di masjid menjadi peringatan bagi umat musim.

Setiap hari Jumat, azan kini berkumandang di Cologne antara pukul 12.00 siang hingga 03.00 sore, maksimal lima menit. Pembatasan hanya pada volume panggilan yang akan tergantung pada lokasi.

Selain itu, masyarakat sekitar masjid harus diberitahu terlebih dahulu mengenai azan melalui penyebaran brosur. Setiap komunitas Muslim juga harus menunjuk contact person untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penduduk sekitar.

Reker menilai, memberikan umat muslim hak untuk azan adalah tanda toleransi. “Warga Muslim kami adalah bagian integral dari masyarakat Cologne. Siapa pun yang meragukan ini, ia mempertanyakan identitas Cologne dan koeksistensi damai kita," katanya, dikutip euro-islam.info, Jumat (14/1/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
islam di eropa muslim dunia jerman
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya