Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Ketika Azan sebagai Syi'ar Berkumandang di Cologne, Jerman

Muhajirin Jum'at, 14 Januari 2022 - 14:00 WIB
Ketika Azan sebagai Syi'ar Berkumandang di Cologne, Jerman
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Suatu hari di bulan Oktober 2021 lalu, keputusan Walikota Cologne, Henriette Reker, menjadi berita utama di seluruh Jerman. Ia mengizinkan umat Islam mengumandangkan azan saat shalat Jumat.

Kumandang azan di kota ini sebenarnya bukan pertama kali. Di Masjid Fatih di Düren, juga di North Rhine-Westphalia Utara, muazin mengumandangkan adzan tiga kali sehari sejak tahun 1990-an. Meski begitu, Cologne belum menjadi kota yang ramah muslim.

Cologne merupakan kota terbesar keempat di Jerman, dengan sekitar 130.000 muslim dan 35 masjid di dalamnya. Sekira 12% populasi muslim mewakili bagian yang hampir dua kali lipat rata-rata nasional di Jerman, di mana muslim mengisi sekitar 6,5% dari total populasi.

Reker memiliki alasan mengizinkan azan berkumandang pada gelaran Shalat Jumat, meski pemandangan itu belum lazim. Bagi dia, lonceng berbunyi di gereja untuk mengundang umat Kristiani ke Kebaktian, sementara panggilan muazin di masjid menjadi peringatan bagi umat musim.

Setiap hari Jumat, azan kini berkumandang di Cologne antara pukul 12.00 siang hingga 03.00 sore, maksimal lima menit. Pembatasan hanya pada volume panggilan yang akan tergantung pada lokasi.

Selain itu, masyarakat sekitar masjid harus diberitahu terlebih dahulu mengenai azan melalui penyebaran brosur. Setiap komunitas Muslim juga harus menunjuk contact person untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penduduk sekitar.

Reker menilai, memberikan umat muslim hak untuk azan adalah tanda toleransi. “Warga Muslim kami adalah bagian integral dari masyarakat Cologne. Siapa pun yang meragukan ini, ia mempertanyakan identitas Cologne dan koeksistensi damai kita," katanya, dikutip euro-islam.info, Jumat (14/1/2022).

Benjamin Idriz, imam sebuah masjid di Prenzberg, dekat Munich, menyatakan, “Isu azan muncul bagi kami sekitar setahun yang lalu, ketika masjid-masjid ditutup karena pandemi. Saya memiliki ide spontan mengumandangkan adzan di hari Jumat sebagai tanda kepada orang-orang beriman bahwa kami masih di sana, sehingga mereka tidak kehilangan harapan dalam penguncian," katanya.

Namun, beberapa tokoh masyarakat yang dikenal penentang Islam, seperti sosiolog Turki-Jerman Necla Kelek dan psikolog Muslim Jerman-Israel Ahmad Mansour menentang keputusan tersebut.

“Inisiatif ini sepihak. Dia (walikota Cologne, Henriette Reker) belum memastikan bahwa rekannya, dengan siapa dia membuat kontrak, sama-sama menghormati dan toleran terhadap masyarakat terbuka. Saya berpendapat bahwa asosiasi masjid ini adalah masyarakat tertutup dan mendorong masyarakat paralel,” kata Kelek.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)