LANGIT7.ID-, Jakarta - - Jerman tidak secara resmi mengakui
Idul Fitri sebagai hari libur umum. Artinya, pemerintah Jerman tidak menetapkan aturan resmi tentang libur untuk mereka yang merayakan Idul Fitri. Namun, semangat perayaan hari raya tetap terasa di masjid, rumah, dan acara komunitas di seluruh negeri.
Dengan demikian, tidak ada ketentuan resmi dari pemerintah setempat dalam hal libur lebaran untuk anak sekolah maupun para pekerja. Semua berjalan normal seperti biasa.
Islam merupakan agama terbesar kedua di Jerman, dengan populasi 4,7 juta penganut. Sebagaimana melansir
moroccoworldnews.com, Kamis (3/4/2025).
Seperti yang biasa dilakukan umat muslim pada perayaan Hari Raya Idul Fitri di Jerman, mereka melakukan salat berjamaah, berkumpul bersama, dan berbagi makanan yang menciptakan rasa persatuan dan kebersamaan. Namun begitu, bagi sebagian
umat muslim di sana, perayaan juga bergantung pada latar belakang budaya masing-masing.
Baca juga: Lebih Dari 10.000 Warga Muslim di London Berkumpul Bersama Rayakan Idul FitriDalam menentukan kapan jatuhnya 1 syawal sebagai tanda Idul Fitri tiba, Jerman biasanya mengikuti tradisi penampakan bulan untuk perayaan keagamaan. Jerman secara resmi merayakan Idul Fitri 2025 pada hari Minggu, 30 Maret, yang menandai berakhirnya bulan Ramadan yang penuh suka cita.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Dewan Fatwa dan Penelitian Eropa serta Otoritas Agama Islam di Jerman, yang mengonfirmasi tanggal tersebut berdasarkan perhitungan astronomi.
Dengan berakhirnya bulan Ramadan selama 30 hari penuh, umat Muslim di seluruh Jerman akan berkumpul untuk salat Idul Fitri, kumpul keluarga, dan perayaan bersama.
(lsi)