LANGIT7.ID-, Jakarta - - Umat Muslim di seluruh dunia merayakan hari raya
Idul Fitri dengan suka cita dan kegembiraan. Serta ditandai dengan salat berjamaah dan perayaan yang biasanya meliputi kunjungan keluarga, kumpul-kumpul, jalan-jalan, dan pakaian baru.
Namun, bagi sebagian orang, Idul Fitri datang di tengah tantangan atau perubahan signifikan di komunitas mereka tahun ini. Seperti misalnya di
Gaza, ini akan menjadi Idul Fitri kedua sejak dimulainya perang di daerah kantong itu.
Awal bulan ini, Israel menghentikan pengiriman makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya ke daerah kantong itu. Militer kemudian mengakhiri gencatan senjata dengan Hamas, meluncurkan pemboman baru yang telah menewaskan ratusan orang.
Baca juga: Lebih Dari 10.000 Warga Muslim di London Berkumpul Bersama Rayakan Idul FitriDimulainya kembali perang mengubah nasib warga
Palestina yang telah mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan di bawah gencatan senjata yang rapuh. Menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong itu, operasi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 50.000 orang.
Di tempat lain di Timur Tengah, warga Suriah merayakan Idul Fitri pertama mereka sejak berakhirnya pemerintahan tangan besi keluarga Assad selama lebih dari setengah abad. Sebagaimana melansir
Aljazeera, Selasa (1/4/2025).
Di Indonesia sendiri seperti kita ketahui, banyak orang melakukan perjalanan mudik untuk merayakan hari raya bersama orang-orang terkasih.
![Perayaan Idul Fitri di Dunia; Palestina, Suriah, AS Hingga Afrika]()
(Idul Fitri di Cape Town, Afrika Selatan. Foto Rodger Bosch/AFP/aljazeera.com)
Ada tradisi “open house” yang mempertemukan sahabat dan keluarga untuk merayakan Idul Fitri dan menikmati hidangan tradisional seperti ketupat, nasi yang dimasak dalam kantung daun lontar, dan rendang, hidangan daging yang direbus dengan rempah-rempah dan santan.
Di Malaysia, umat Islam juga memiliki tradisi mudik untuk merayakan Idul Fitri. Hari pertama biasanya diawali dengan salat subuh di masjid, sebelum meminta maaf kepada keluarga dan sahabat, serta berziarah ke makam orang-orang terkasih.
Umat Muslim yang lebih tua memberikan uang dalam bentuk
angpao hijau kepada anak-anak dan tamu yang berkunjung ke rumah mereka, sama dengan di Indonesia.
![Perayaan Idul Fitri di Dunia; Palestina, Suriah, AS Hingga Afrika]()
(Idul Fitri di Myanmar. Foto: Sai Aung Main/AFP/aljazeera.com)
Lalu di Mesir, keluarga-keluarga mengikuti salat Idul Fitri di tengah suasana yang meriah. Banyak yang mengunjungi saudara, teman, atau tetangga dan sebagian lagi pergi berlibur. Anak-anak, yang biasanya mengenakan pakaian Idul Fitri baru, menerima hadiah uang tunai tradisional yang dikenal sebagai "eidiya".
Membuat atau membeli kue Idul Fitri yang ditaburi gula bubuk adalah hal yang biasa dilakukan di negara ini.
![Perayaan Idul Fitri di Dunia; Palestina, Suriah, AS Hingga Afrika]()
(Idul Fitri di Beijing. Foto: Adek Berry/AFP/aljazeera.com)
Di Amerika Serikat, di mana umat Muslim merupakan kelompok minoritas yang beragam secara etnis dan ras, banyak yang berkumpul untuk salat Idul Fitri dan merayakan hari raya yang menampilkan berbagai kegiatan menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga.
(lsi)