home edukasi & pesantren

Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Prof Huzaemah T Yanggo Wafat

Jum'at, 23 Juli 2021 - 08:33 WIB
Prof. Dr. Hj Huzaemah Tahido Yanggo (foto: iiq.ac.id)
Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Prof Huzaemah T Yanggo berpulang ke Rahmatullah pada Jum’at (23/7/2021) pukul 06.10 WIB di RSUD Banten Kota Serang, setelah berjuang melawan Covid-19. Ulama perempuan pakar perbandingan mazhab ini wafat di usia 74 tahun.

Prof. Dr. Hj Huzaemah Tahido Yanggo telah menjadi Rektor IIQ Jakarta selama dua periode sejak tahun 2014. Perempuan kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah pada 30 Desember 1946 ini, adalah perempuan Indonesia pertama yang meraih gelar Doktor dari Universitas Al Azhar Mesir.

Selain menjadi Rektor IIQ Jakarta, Prof Huzaemah juga merupakan Pembantu Dekan I di Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Indonesia (UIN), Dosen Pascasarjana UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas Indonesia.

Beliau adalah anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 1987 dan menjadi anggota Dewan Syariah Nasional MUI sejak 1997. Lalu pada tahun 2000 pernah menjadi ketua MUI Bidang Pengajian dan Pengembangan Sosial dan sempat menjadi Ketua Bidang Fatwa MUI di masa kepemimpinan KH Ma'ruf Amin.

Selain itu, almarhumah juga aktif dalam dunia perbankan dan ekonomi syariah diantaranya sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah di Bank Niaga Syariah pada tahun 2004 dan Ketua Dewan Pengawas Syariah di Asuransi Takaful.

Tulisan cemerlang Prof Huzaemah menghiasi banyak majalah, media massa dan jurnal ilmiah. Karangannya yang dibukukan dan diterbitkan antara lain adalah Pandangan Islam tentang Gender, Pengantar Perbandingan Mazhab, Konsep Wanita dalam Pandangan Islam, Fiqih Perempuan Kontemporer dan Masail Fiqhiyah: Kajian Fiqih Kontemporer.

Kendati memiliki banyak kiprah di ranah publik, Prof Huzaemah memiliki pandangan sangat tegas bahwa peran domestik perempuan harus dijaga. Dalam buku Tentang Perempuan Islam: Wacana dan Gerakan (2004) yang ditulis Jajat Burhanuddin dan Oman Fathurrahman (ed), Huzaemah menegaskan meskipun gelombang perempuan yang bekerja di sektor publik semakin kuat, namun peran domestik perempuan harus mendapatkan posisi yang tidak lebih sedikit dibandingkan peran publiknya. Ia dengan tegas menolak gerakan-gerakan yang ingin menggeser perempuan sepenuhnya agar keluar dari sektor domestik.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ulama wafat ulama perempuan prof huzaemah t yanggo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya