Dear Pecinta Kucing, Ini Pentingnya Label Halal untuk Makanan Si Meong
Fajar adhitya
Sabtu, 15 Januari 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Kucing sebagai hewan peliharaan memerlukan nutrisi yang baik dari makanan. Karena itulah para pemilik harus mengetahui jenis-jenis makanan yang berkualitas bagi Si Meong kesayangan.
Namun, selain makanan yang bergizi, pemiliki juga disarankan memilih produk makanan kucing yang berlabel halal. Loh, memangnya kucing juga wajib mengonsumsi makanan yang halal?
Eits, tunggu dulu. Produk makanan kucing yang berlabel halal ini justru berkaitan dengan pemilik saat berinteraksi dengan Meong kesayangan. Apalagi bagi pecinta kucing yang beragama Islam.
Baca Juga:Hati-hati, 7 Tanaman Indah Ini Mengandung Racun yang Berbahaya untuk Kucing
Dilansir Halal MUI, ada tiga alasan utama yang menyebabkan makanan kucing perlu disertifikasi halal. Pertama, pemberian makan kucing dengan tangan kosong.
Dengan demikian, sangat dimungkinkan makanan kucing menyentuh langsung ke kulit pemberi makan. Jika produk tersebut mengandung bahan yang najis, apalagi najis berat, artinya tangan pemilik pun terkontaminasi oleh bahan haram tersebut.
Kedua, terkait dengan titik kritis kehalalan produk. Menurut Ir. Diana Mustafa, auditor senior LPPOM MUI, makanan kucing memiliki sifat yang hampir sama dengan status bahan untuk kosmetik, yakni penggunaan luar, bukan dikonsumsi secara langsung.
Namun, selain makanan yang bergizi, pemiliki juga disarankan memilih produk makanan kucing yang berlabel halal. Loh, memangnya kucing juga wajib mengonsumsi makanan yang halal?
Eits, tunggu dulu. Produk makanan kucing yang berlabel halal ini justru berkaitan dengan pemilik saat berinteraksi dengan Meong kesayangan. Apalagi bagi pecinta kucing yang beragama Islam.
Baca Juga:Hati-hati, 7 Tanaman Indah Ini Mengandung Racun yang Berbahaya untuk Kucing
Dilansir Halal MUI, ada tiga alasan utama yang menyebabkan makanan kucing perlu disertifikasi halal. Pertama, pemberian makan kucing dengan tangan kosong.
Dengan demikian, sangat dimungkinkan makanan kucing menyentuh langsung ke kulit pemberi makan. Jika produk tersebut mengandung bahan yang najis, apalagi najis berat, artinya tangan pemilik pun terkontaminasi oleh bahan haram tersebut.
Kedua, terkait dengan titik kritis kehalalan produk. Menurut Ir. Diana Mustafa, auditor senior LPPOM MUI, makanan kucing memiliki sifat yang hampir sama dengan status bahan untuk kosmetik, yakni penggunaan luar, bukan dikonsumsi secara langsung.