home edukasi & pesantren

12 Ciri Generasi Alfa, Anak Digital yang Sulit Diprediksi

Sabtu, 15 Januari 2022 - 15:19 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Perkembangan generasi alfa di era 4.0 mengubah cara pandang dan pola hidup masyarakat yang semula konvensional menjadi inkonvensional. Terlebih karena pertumbuhan teknologi, masyarakat mau tidak mau dituntut untuk berevolusi.

Mengutip jurnal Ferdian Achsani dari IAIN Surakarta tentang generasi alfa, peran keluarga sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak jika dilihat dari seluruh aspek kehidupan.

Jika yang dibicarakan adalah generasi alfa, peran keluarga yang terdiri dari generasi Y dan Z cenderung sebagai pengambil keputusan. Sementara generasi veteran dan X berperan sebagai konselor dan pendamping, kolaborasi antargenerasi ini akan menghasilkan new brainstorming terhadap generasi alfa.

Ahli demografi dan futurist, Mark McCrindle, memprediksi generasi Alfa tidak lepas dari gadget, kurang bersosialisasi, kurang bersosialisasi, kurang daya kreativitas dan bersikap individualis.

Generasi alfa menginginkan hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses. Keasyikan mereka dengan gadget membuat mereka teralienasi secara sosial. Pada sisi lain peran serta keluarga, terutama ayah dan ibu dalam memberikan pendidikan sangat penting.

Terlebih, tantangan yang sangat besar mengacu pada 21st Century Partnership Learning Framework, pendidikan abad 21 harus mampu menghasilkan outcomes yang memiliki beberapa keterampilan utama.

Keterampilan utama itu yakni learning and innovation skills yang mencakup: creativity and innovation, critical thinking and problem solving, communication and collaboration. Kedua, information, media and technology skills yang mencakup information literacy, media literacy and ICT (information, communication and technology) literacy.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
parenting muslim keluarga anak muda generasi alfa bidang digital
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya