Waspada Omicron
Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga Maret
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 16 Januari 2022 - 21:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (foto: istimewa)
Puncak gelombang Omicron di Indonesia kemungkinan bakal datang pada bulan Februari hingga Maret 2022.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut prediksi tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kasus Covid-19 di Afrika Selatan, di mana Omicron awalnya berkembang.
"Dari hasil trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," ujar Luhut dalam rilis yang diterima Langit7, Minggu (16/1/2022).
Baca juga:Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Januari
Menurut Luhut, sejumlah negara seperti Inggris, Amerika dan Afrika Selatan penularan Covid-19 varian Omicron terjadi dengan cepat. Namun, negara-negara tersebut saat ini sudah melewati puncak penularan Omicron.
Sementara di Indoneia kasus omicron justru terus naik. Pemerintah menyadari cepat atau lambat akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 menyusul masuknya varian Omicron. Terlebih kasus Covid-19 per Sabtu (15/1) mencapai 1.054 kasus.
"Terakhir kita mencapai angka tersebut adalah pada 14 Oktober 2021 yang lalu," kata Luhut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut prediksi tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kasus Covid-19 di Afrika Selatan, di mana Omicron awalnya berkembang.
"Dari hasil trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," ujar Luhut dalam rilis yang diterima Langit7, Minggu (16/1/2022).
Baca juga:Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Januari
Menurut Luhut, sejumlah negara seperti Inggris, Amerika dan Afrika Selatan penularan Covid-19 varian Omicron terjadi dengan cepat. Namun, negara-negara tersebut saat ini sudah melewati puncak penularan Omicron.
Sementara di Indoneia kasus omicron justru terus naik. Pemerintah menyadari cepat atau lambat akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 menyusul masuknya varian Omicron. Terlebih kasus Covid-19 per Sabtu (15/1) mencapai 1.054 kasus.
"Terakhir kita mencapai angka tersebut adalah pada 14 Oktober 2021 yang lalu," kata Luhut.