Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH
Garry Talentedo Kesawa
Ahad, 16 Januari 2022 - 22:11 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Kasus Omicron di Indonesia mencapai lebih dari 1.054 kasus per Minggu (16/1/2022). Kenaikan yang cukup cepat perlu diantsipasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk bisa membatasi mobilitas keluar rumah.
"Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, tidak ada salahnya jika kita mulai membatasi dan menahan diri untuk melakukan mobilitas keluar rumah dan aktivitas berkumpul yang tidak perlu," tegas Luhut dalam rilis yang diterima Langit7, Minggu (16/1/2022).
Baca juga:Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga Maret
Luhut menambahkan, jika memang produktifitas terjaga, perkantoran diimbĂ u untuk tetap menerapkan work from home (WFH).
"Saya serahkan ke pimpinan teratas untuk melakukan assesment sendiri. Saya mengimbau opsi WHF bisa diambil," tegasnya.
Menurut Luhut, kegiatan perkantoran bisa diatur agar tidak perlu 100% working from office (WFO).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk bisa membatasi mobilitas keluar rumah.
"Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, tidak ada salahnya jika kita mulai membatasi dan menahan diri untuk melakukan mobilitas keluar rumah dan aktivitas berkumpul yang tidak perlu," tegas Luhut dalam rilis yang diterima Langit7, Minggu (16/1/2022).
Baca juga:Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga Maret
Luhut menambahkan, jika memang produktifitas terjaga, perkantoran diimbĂ u untuk tetap menerapkan work from home (WFH).
"Saya serahkan ke pimpinan teratas untuk melakukan assesment sendiri. Saya mengimbau opsi WHF bisa diambil," tegasnya.
Menurut Luhut, kegiatan perkantoran bisa diatur agar tidak perlu 100% working from office (WFO).