LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus Omicron di Indonesia mencapai lebih dari 1.054 kasus per Minggu (16/1/2022). Kenaikan yang cukup cepat perlu diantsipasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk bisa membatasi mobilitas keluar rumah.
"Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo, tidak ada salahnya jika kita mulai membatasi dan menahan diri untuk melakukan mobilitas keluar rumah dan aktivitas berkumpul yang tidak perlu," tegas Luhut dalam rilis yang diterima Langit7, Minggu (16/1/2022).
Baca juga:
Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga MaretLuhut menambahkan, jika memang produktifitas terjaga, perkantoran diimbàu untuk tetap menerapkan work from home (WFH).
"Saya serahkan ke pimpinan teratas untuk melakukan assesment sendiri. Saya mengimbau opsi WHF bisa diambil," tegasnya.
Menurut Luhut, kegiatan perkantoran bisa diatur agar tidak perlu 100% working from office (WFO).
"Jadi diatur saja, lihat situasinya, apakah dibikin 75% untuk dua minggu ke depan, itu bisa dilakukan asesmen oleh kantor masing-masing. Khususnya kantor. Kalau industri saya kira tidak ada masalah," ujarnya.
Baca juga:
Pemerintah Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 JanuariLebih lanjut, Luhut menuturkan bahwa Presiden Jokowi juga meminta agar seluruh masyarakat dapat membatasi diri untuk berpergian ke luar negeri. Pejabat pemerintah pun saat ini telah dilarang melakukan dinas ke luar negeri dalam tiga minggu ke depan.
"Hanya kalau betul-betul perlu saja pergi ke luar negeri. Pejabat-pejabat pemerintah malah sudah dilarang untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk tiga minggu ke depan ini," katanya.
Luhut juga mengimbau kepada seluruh kementerian dan lembaga agar meminimalkan kegiatan rapat-rapat yang dilakukan secara offline atau luring dan sebisa mungkin melakukannya secara daring.
(sof)