Indonesia Fokus di Sektor Makanan dan Minuman Halal di 2022
Mahmuda attar hussein
Senin, 17 Januari 2022 - 08:10 WIB
Ilustrasi makanan dan minuman halal. Foto: Langit7
Indonesia terus mengejar ketertinggalannya dari negara lain untuk menjadi produsen halal nomor wahid di tingkat global.
Untuk itu, pemerintah tengah berfokus menjadikan sektor makanan dan minuman meraih puncaknya di tengah persaingan global di tahun 2022 ini.
Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2020-2021, Indonesia berada pada peringkat ke-4 dilihat dari nilai indikator ekonomi. Begitu juga dengan sektor makanan halal Indonesia di tingkat global yang juga masih menduduki peringkat ke-4 dunia.
Baca juga: Halal Center, Upaya Pemerintah Dorong Perkembangan Industri Halal
Melihat potensi itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Aqil Irham berdiskusi dengan Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar.
Pertemuan di Kantor IHLC Jakarta itu membahas target Indonesia menjadi produsen halal nomor satu di dunia. Termasuk target pada tahun ini yang berfokus pada sektor makanan minuman.
Aqil berharap stakeholders halal bisa menjalin sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, bertukar informasi dan mendengarkan masukan dari stakeholders sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan jaminan produk halal (JPH).
Untuk itu, pemerintah tengah berfokus menjadikan sektor makanan dan minuman meraih puncaknya di tengah persaingan global di tahun 2022 ini.
Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2020-2021, Indonesia berada pada peringkat ke-4 dilihat dari nilai indikator ekonomi. Begitu juga dengan sektor makanan halal Indonesia di tingkat global yang juga masih menduduki peringkat ke-4 dunia.
Baca juga: Halal Center, Upaya Pemerintah Dorong Perkembangan Industri Halal
Melihat potensi itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Muhammad Aqil Irham berdiskusi dengan Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar.
Pertemuan di Kantor IHLC Jakarta itu membahas target Indonesia menjadi produsen halal nomor satu di dunia. Termasuk target pada tahun ini yang berfokus pada sektor makanan minuman.
Aqil berharap stakeholders halal bisa menjalin sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, bertukar informasi dan mendengarkan masukan dari stakeholders sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan jaminan produk halal (JPH).