Gandeng Unsoed
BSI Tingkatkan Literasi Keuangan dan Perbankan Syariah Lewat Kampus
Mahmuda attar hussein
Senin, 17 Januari 2022 - 12:45 WIB
MoU BSI dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terkait literasi keuangan syariah. Foto: BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Hal itu dilakukan demi meningkatkan pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan syariah.
Adapun kerja sama itu juga diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara keduanya. Disebutkan, penandatangan itu menjadi upaya peningkatan literasi keuangan dan perbankan syariah di lingkungan kampus.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran dan aktivasi layanan perbankan syariah di lingkungan kampus.
Baca juga: Mitra Strategis Kemenkeu, BSI Hadirkan Tiga Layanan Keuangan Syariah
Sehingga, harapan membangun ekosistem keuangan Islam dapat terwujud. Apalagi, civitas akademika Unsoed yang jumlahnya lebih dari 25 ribu orang.
"Ekosistem yang dibangun akan melibatkan peran mahasiwa, dosen dan pegawai dalam bentuk kuliah," kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (17/1).
Selain itu, sambung Anton, ekosistem itu juga dilakukan melalui FGD ilmu perbankan syariah, program magang/internship di BSI, bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi. Serta pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah yang meliputi tabungan dan pembiayaan sesuai prinsip syariah.
Adapun kerja sama itu juga diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman antara keduanya. Disebutkan, penandatangan itu menjadi upaya peningkatan literasi keuangan dan perbankan syariah di lingkungan kampus.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran dan aktivasi layanan perbankan syariah di lingkungan kampus.
Baca juga: Mitra Strategis Kemenkeu, BSI Hadirkan Tiga Layanan Keuangan Syariah
Sehingga, harapan membangun ekosistem keuangan Islam dapat terwujud. Apalagi, civitas akademika Unsoed yang jumlahnya lebih dari 25 ribu orang.
"Ekosistem yang dibangun akan melibatkan peran mahasiwa, dosen dan pegawai dalam bentuk kuliah," kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (17/1).
Selain itu, sambung Anton, ekosistem itu juga dilakukan melalui FGD ilmu perbankan syariah, program magang/internship di BSI, bantuan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi. Serta pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah yang meliputi tabungan dan pembiayaan sesuai prinsip syariah.