Kasus Omicron Meningkat, Jokowi: Tetap Waspada dan Tidak Panik
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:05 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: BPMI Setpres)
Tren kenaikan kasus varian Omicron di Indonesia menunjukkan angka yang cukup sigifikan. Di wilayah DKI Jakarta, jumlah pasien positif kasus Omicron mencapai 825 orang per hari Selasa (18/1).
Atas hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran varian Omicron. Namun, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu bereaksi berlebihan.
Baca juga:Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga Maret
"Kita semua harus mewaspadai tren ini. Namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," kata Jokowi dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor.
Jokowi menjelaskan bahwa pasien yang terinfeksi Omicron pada umumnya bisa pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tetapi, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan jangan gegabah mengingat varian Omicron diketahui mudah menular.
Jokowi mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian jika tidak memiliki keperluan yang mendesak. Presiden juga mengimbau kepada perusahaan untuk menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) jika memungkinkan.
Baca juga:Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH
Atas hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran varian Omicron. Namun, masyarakat juga diminta untuk tidak perlu bereaksi berlebihan.
Baca juga:Luhut Sebut Puncak Gelombang Omicron Terjadi Februari hingga Maret
"Kita semua harus mewaspadai tren ini. Namun tidak perlu bereaksi berlebihan. Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan," kata Jokowi dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Kota Bogor.
Jokowi menjelaskan bahwa pasien yang terinfeksi Omicron pada umumnya bisa pulih tanpa harus dirawat di rumah sakit. Tetapi, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan jangan gegabah mengingat varian Omicron diketahui mudah menular.
Jokowi mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian jika tidak memiliki keperluan yang mendesak. Presiden juga mengimbau kepada perusahaan untuk menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) jika memungkinkan.
Baca juga:Kasus Omicron Meningkat, Perkantoran Diimbau Tetap WFH