7 Persiapan Wajib Sebelum Memasukkan Anak ke Pesantren
Muhajirin
Selasa, 18 Januari 2022 - 18:00 WIB
Peringatan Hari Santri di Salah Satu Pesantren. (foto: istimewa)
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (Abah Ihsan), internasional parenting trainer dan Direktur Auladi Parenting School membagikan tips bagi para orang tua yang ingin memasukkan anak pesantren.
Pesantren atau sekolah berbentuk asrama itu berbeda jauh dengan sekolah biasa. Di pesantren, ada pengawasan 24 jam dan ada kultur-kultur berbeda dengan sekolah biasa. Jika tidak dipersiapkan sebaik mungkin, orang tua justru bisa mendapat kekecewaan.
Maka itu, Abah Ihsan membagikan 7 tips agar orang tua dan anak bisa sukses menjalani pendidikan pesantren. Di antaranya:
1. Meluruskan Niat
Orang tua harus meluruskan niat sebelum memasukkan anak ke pesantren. Niat itu tidak hanya untuk kepentingan anak semata, tapi juga kepentingan orang tua.
Orang tua tidak boleh memasukkan anak ke pesantren hanya karena niat cuci tangan samata. Ini seperti menjadikan pesantren sebagai bengkel akhlak. Jika anak bermasalah karena pola asuh di rumah lalu dikirim ke pesantren, itu hanya melahirkan kekecewaan.
"Anak-anak bermasalah dikirim ke pesantren, apa susahnya mereka kabur dari pesantren?" kata Abah Ihsan dikutip kana YouTube Share Channel, Selasa (18/1/2022).
Pesantren atau sekolah berbentuk asrama itu berbeda jauh dengan sekolah biasa. Di pesantren, ada pengawasan 24 jam dan ada kultur-kultur berbeda dengan sekolah biasa. Jika tidak dipersiapkan sebaik mungkin, orang tua justru bisa mendapat kekecewaan.
Maka itu, Abah Ihsan membagikan 7 tips agar orang tua dan anak bisa sukses menjalani pendidikan pesantren. Di antaranya:
1. Meluruskan Niat
Orang tua harus meluruskan niat sebelum memasukkan anak ke pesantren. Niat itu tidak hanya untuk kepentingan anak semata, tapi juga kepentingan orang tua.
Orang tua tidak boleh memasukkan anak ke pesantren hanya karena niat cuci tangan samata. Ini seperti menjadikan pesantren sebagai bengkel akhlak. Jika anak bermasalah karena pola asuh di rumah lalu dikirim ke pesantren, itu hanya melahirkan kekecewaan.
"Anak-anak bermasalah dikirim ke pesantren, apa susahnya mereka kabur dari pesantren?" kata Abah Ihsan dikutip kana YouTube Share Channel, Selasa (18/1/2022).