Heboh Jaringan 5G Ganggu Penerbangan di AS, Ini Penjelasan Kominfo
Mahmuda attar hussein
Rabu, 19 Januari 2022 - 16:58 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate. Foto: Langit7/Attar
Baru-baru ini beredar pemberitaan di Amerika Serikat terkait jaringan 5G dengan pita frekuensi 3,7 GHz, yang mengganggu penerbangan, khususnya di area sekitar bandara.
Federasi Penerbangan di Amerika (FAA) khawatir C-band yang digunakan jaringan 5G dapat mengganggu radio altimeter. Di mana radio ini digunakan pesawat untuk keselamatan penerbangan yang bergantung pada gelombang udara terdekat.
Intinya, antena 5G yang berada di dekat bandara dikhawatirkan dapat mengganggu sensor penerbangan, khususnya saat pesawat akan melakukan pendaratan dengan mode otomatis.
Baca juga: Dugaan Kebocoran Data Pasien Kemenkes, Kemkominfo Koordinasi Intens dengan BSSN
Kasus ini menyebabkan dua operator telekomunikasi di Amerika, Verizon dan AT&T menunda peluncuran 5G yang menggunaan C-band berjarak dua mil dari bandara. Selain itu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden juga akhirnya menunda implementasi pembangunan menara BTS 5G yang akan mereka dirikan dalam waktu dekat.
Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyebutkan, jaringan 5G yang beroperasi di Indonesia saat ini dijalankan oleh tiga operator seluler nasional, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL. Dengan menggunakan dua pita frekuensi seluler existing, yaitu pita frekuensi 1,8 GHz dan 2,3 GHz.
Kasus yang terjadi di Amerika Serikat, jelas dia, terdapat pada jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz, tepatnya pada rentang 3,7-3,9 GHz. Sementara sistem yang dikawatirkan terganggu adalah sistem radio altimeter yang bekerja pada frekuensi 4,2-4,4 GHz.
Federasi Penerbangan di Amerika (FAA) khawatir C-band yang digunakan jaringan 5G dapat mengganggu radio altimeter. Di mana radio ini digunakan pesawat untuk keselamatan penerbangan yang bergantung pada gelombang udara terdekat.
Intinya, antena 5G yang berada di dekat bandara dikhawatirkan dapat mengganggu sensor penerbangan, khususnya saat pesawat akan melakukan pendaratan dengan mode otomatis.
Baca juga: Dugaan Kebocoran Data Pasien Kemenkes, Kemkominfo Koordinasi Intens dengan BSSN
Kasus ini menyebabkan dua operator telekomunikasi di Amerika, Verizon dan AT&T menunda peluncuran 5G yang menggunaan C-band berjarak dua mil dari bandara. Selain itu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden juga akhirnya menunda implementasi pembangunan menara BTS 5G yang akan mereka dirikan dalam waktu dekat.
Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menyebutkan, jaringan 5G yang beroperasi di Indonesia saat ini dijalankan oleh tiga operator seluler nasional, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL. Dengan menggunakan dua pita frekuensi seluler existing, yaitu pita frekuensi 1,8 GHz dan 2,3 GHz.
Kasus yang terjadi di Amerika Serikat, jelas dia, terdapat pada jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz, tepatnya pada rentang 3,7-3,9 GHz. Sementara sistem yang dikawatirkan terganggu adalah sistem radio altimeter yang bekerja pada frekuensi 4,2-4,4 GHz.