Dugaan Kebocoran Data Pasien Kemenkes, Kemkominfo Koordinasi Intens dengan BSSN
Jaja SuhanaSabtu, 08 Januari 2022 - 00:40 WIB
Menteri Kominfo Jhonny G. Plate. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), merespon dugaan kebocoran data pasien di server Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Menkominfo Johnny G. Plate memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kemenkes dan memulai proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami meminta seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE), baik publik maupun privat yang mengelola data pribadi untuk secara serius memerhatikan kelayakan dan keandalan pemrosesan data pribadi yang dilakukan oleh PSE, baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia," ujar Menkominfo melalui Juru Bicara Kominfo, Dedi Permadi dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/1/2022).
Selain itu, Dedi mengatakan pihak Kemenkes juga tengah melakukan langkah-langkah internal merespon dugaan kebocoran yang terjadi. Salah satunya melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Sebelumnya beredar kabar bahwa data pasien Covid-19 milik Kemenkes diduga mengalami kebocoran dan dijual di raid forum. Data pasien yang bocor itu terkait dengan nomor kependudukan dan data keluhan pasien.
Data itu juga meliputi identitas pasien berupa tempat tinggal dan nomor telepon yang biasa dihubungi. Dalam tangkapan layar diketahui bahwa data yang bocor berupa data medis pasien dan berupa gambar radiologi pasien dengan ukuran file sebesar 720GB.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.