Cak Imin menegaskan Indonesia saat ini sedang darurat teknologi informasi. Dia menilai situasi tersebut menjadi momentum untuk mereformasi total sistem informasi agar tak mudah dimasuki pihak tak bertanggungjawab.
Anggaran tersebut nantinya guna memenuhi kebutuhan dua program, yaitu manajemen BSSN sebesar Rp407 miliar serta keamanan, ketahanan siber, dan sandi negara sebesar Rp217 miliar.
Melansir dari Kaspersky, Kamis (15/9/2022) peretas topi hitam adalah penjahat yang membobol jaringan komputer dengan niat jahat. Mereka mengeksploitasi sistem korbannya dengan memasukkan malware untuk menghancurkan file.
Johnny menuturkan, Kominfo memberikan dukungan sepenuhnya kepada BSSN. Terutama di aspek peningkatan peralatan dan kemampuan teknis, sistem sumber daya manusia.
Menurut Pratama, jalan terbaik harus dilakukan audit dan investigasi digital forensik untuk memastikan sumber kebocoran data ini. Sangat mustahil jika data yang bocor tidak ada yang memilikinya.
Dugaan kebocoran data berbagai instansi resmi Indonesia kerap terjadi. Belum lama menimpa PLN dan Indihome, kini giliran perusahaan tol Jasa Marga mengalami peretasan oleh penjahat siber.
Beredar kabar bahwa data pasien Covid-19 milik Kemenkes diduga mengalami kebocoran dan dijual di raid forum. Data pasien yang bocor itu terkait dengan nomor kependudukan dan data keluhan pasien.