Ustaz Yayan Haryana: Makna Panjang Umur Bukan Berarti Hidup Lama
Jaja Suhana
Rabu, 19 Januari 2022 - 17:18 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Menyoal umur, manusia tidak ada yang tahu. Panjang pendeknya usia seseorang merupakan misteri yang yang Allah Swt saja yang mengetahuinya.
Seseorang dikatakan panjang umur bukan berarti hidup lama secara hitungan angka. Seorang yang sudah meninggal namun masih dibicarakan kebaikannya, itulah sebenarnya makna dari panjang umur.
"Jadi kebaikannya yang dibicarakan, bukan kejelekannya," ujar Pimpinan Pesantren Persis Pameungpeuk, Ustaz Yayan Haryana dalam sebuah ceramah bertema "Kajian Kematian", dikutipRabu (19/1/2022).
Baca Juga:Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata Ulama
Suatu ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw: "Ya Rasul, seperti apa manusia yang baik itu? Rasulullah Saw menjawab: "Ia yang panjang umurnya dan bagus amalnya."
Ustaz Yayan menerangkan kunci panjang umur, yakni silaturahmi. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menjamin hambanya yang menyambungkan silaturahmi dengan rezeki yang banyak dan umur yang panjang.
Islam tidak mengenal perbedaan ras, golongan, suku bangsa, bahasa, dan sebagainya. Semua umat Islam adalah satu dalam bingkai persaudaraan.
Seseorang dikatakan panjang umur bukan berarti hidup lama secara hitungan angka. Seorang yang sudah meninggal namun masih dibicarakan kebaikannya, itulah sebenarnya makna dari panjang umur.
"Jadi kebaikannya yang dibicarakan, bukan kejelekannya," ujar Pimpinan Pesantren Persis Pameungpeuk, Ustaz Yayan Haryana dalam sebuah ceramah bertema "Kajian Kematian", dikutipRabu (19/1/2022).
Baca Juga:Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata Ulama
Suatu ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw: "Ya Rasul, seperti apa manusia yang baik itu? Rasulullah Saw menjawab: "Ia yang panjang umurnya dan bagus amalnya."
Ustaz Yayan menerangkan kunci panjang umur, yakni silaturahmi. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menjamin hambanya yang menyambungkan silaturahmi dengan rezeki yang banyak dan umur yang panjang.
Islam tidak mengenal perbedaan ras, golongan, suku bangsa, bahasa, dan sebagainya. Semua umat Islam adalah satu dalam bingkai persaudaraan.