Kemenkop UKM Dukung Kelahiran Wirausaha Muda Syariah
Mahmuda attar hussein
Kamis, 20 Januari 2022 - 15:29 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM), Teten Masduki. Foto: Kemenkop UKM
Indonesia memiliki potensi dan sumber daya besar dalam perkembangan ekonomi syariah secara global. Untuk itu, pemerintah terus mendorong lahirnya wirausaha yang juga berperan dalam pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air.
Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendukung penuh langkah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), untuk melahirkan wirausaha muda syariah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM), Teten Masduki, di acara Grand Launching Talenta Wirausaha PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), pada Rabu (19/1).
Baca juga: Upaya Bangkitkan Produk Halal UMKM Lewat Himpunan Dana Wakaf
Teten mengatakan, pengembangan talenta kewirausahaan oleh BSI, diharapkan turut menambah wirausaha muda syariah di Indonesia. Di mana saat ini, rasio kewirausahaan berkisar di angka 3,47 persen.
Untuk itu pemerintah bermaksud menambah jumlah usaha kecil dan menengah, agar struktur ekonomi menjadi lebih kuat dan rasio kewirausahaan mencapai 3,95 persen di tahun 2024.
"Saya mengapresiasi upaya BSI yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Apalagi kalau yang dicetak wirausaha syariah, karena kadar ekonominya yang tinggi," ujarnya.
Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendukung penuh langkah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), untuk melahirkan wirausaha muda syariah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM), Teten Masduki, di acara Grand Launching Talenta Wirausaha PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), pada Rabu (19/1).
Baca juga: Upaya Bangkitkan Produk Halal UMKM Lewat Himpunan Dana Wakaf
Teten mengatakan, pengembangan talenta kewirausahaan oleh BSI, diharapkan turut menambah wirausaha muda syariah di Indonesia. Di mana saat ini, rasio kewirausahaan berkisar di angka 3,47 persen.
Untuk itu pemerintah bermaksud menambah jumlah usaha kecil dan menengah, agar struktur ekonomi menjadi lebih kuat dan rasio kewirausahaan mencapai 3,95 persen di tahun 2024.
"Saya mengapresiasi upaya BSI yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Apalagi kalau yang dicetak wirausaha syariah, karena kadar ekonominya yang tinggi," ujarnya.