home edukasi & pesantren

Khazanah Islam di Nusantara

Dolanan Cublak-Cublak Suweng, Karya Sunan Giri Sarat Nilai Moral

Jum'at, 21 Januari 2022 - 14:20 WIB
Ilustrasi (foto: anakbawangsolo.org)
Cublak-cublak Suweng merupakan lagu atau tembang dolanan yang dinyanyikan untuk mengiringi permainan anak. Berasal dari Jawa Tengah, permainan ini diciptakan Sunan Giri pada 1442 M.

Permainan itu sering dimainkan sekelompok anak perempuan antara 3 orang atau lebih. Caranya, satu orang menunduk lalu yang lain membuka telapak tangan dan meletakkannya di atas punggung di atas punggung teman yagn menunduk tadi. Mereka beramai-ramai menyanyikan lalu Cublak-cublak Suweng sampai akhir.

Mengutip laman Binus University, cublak suweng berarti tempang suweng. Suweng adalah anting perhiasan perempuan Jawa. Cublak-cublak suweng memiliki arti ada tempat harta berharga, yakni suweng (suwung, sepi, sejati) atau harta sejati.

Tembang tersebut memiliki makna filosofi mendalam, sebagaimana media lain yang digunakan Walisongo dalam dakwah Islam di Nusantara.

Makna Lirik Cublak-cublak Suweng

Lirik lagu Cublak-cublak Suweng secara keseluruhan menggunakan bahasa Jawa. Pemaknaannya tidak dapat begitu saja diartikan ke bahasa Indonesia untuk dipahami maksudnya, terkadang membutuhkan interpretasi dan penafsiran mendalam terhadap suatu kata, frasa, dan kalimat pada lirik itu.

Freddy Widya Ariesta dalam artikel Nilai Moral dalam Lirik Dolanan Cublak-Cublak Suweng mengatakan, kata suweng berarti suwung, sepi, sejati atau harta sejati. Sedangkan gelenter dalam bahasa Jawa berarti berserakan, karena sesungguhnya harta yang dicari sudah berserakan di pelosok bumi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wali songo budaya lokal seni budaya islam kiprah ulama nusantara sunan giri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya