DMI Prihatin, Banyak Umat Islam Indonesia Tak Bisa Baca Alquran
Fajar adhitya
Ahad, 23 Januari 2022 - 10:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin menghadiri khataman Quran Juz 30 yang digelar oleh El Medina-Syeikh Ali Jaber Rahimahullah, Sabtu (22/1/2022). Pada pengajian tersebut, Syafruddin menekankan pentingnya mempelajari Alquran.
Syafruddin mengatakan, presentase masyarakat muslim Indonesia yang masih buta Alquran masih cukup tinggi. Berdasar riset bersama sejumlah kelompok pemuda Islam, sebanyak 65 persen umat Islam di Indonesia tidak bisa membaca Alquran.
"Jadi kalau 223 juta itu penduduk indonesia adalah beragama Islam, 65 persennya, umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Alquran dan buta secara umum," kata Syafruddin yang hadir secara virtual.
Baca Juga:Ajarkan Sejak Dini, Ini 6 Cara Agar Anak Mencintai Shalat
Artinya, umat Islam yang bisa membaca Alquran masih tergolong rendah bila merujuk Indonesia sebagai negara pemeluk Islam terbesar di dunia . Atas dasar itulah, Syafruddin bersama sejumlah kelompok pemuda Islam mendirikan Yayasan Indonesia Damai Mengaji.
"Kami dan tim kelompok pemuda islam mendirikan foundation yang namanya Yayasan Indonesia Damai Mengaji. Saya ketuanya sedangkan ketua dewan pembinanya Imam besar Prof Nasaruddin," kata Syafruddin.
Baca Juga:Senang Tumpahkan Darah Ketika Adam Hendak Diciptakan, Siapa Makhluk Tersebut?
Syafruddin mengatakan, presentase masyarakat muslim Indonesia yang masih buta Alquran masih cukup tinggi. Berdasar riset bersama sejumlah kelompok pemuda Islam, sebanyak 65 persen umat Islam di Indonesia tidak bisa membaca Alquran.
"Jadi kalau 223 juta itu penduduk indonesia adalah beragama Islam, 65 persennya, umat Islam Indonesia tidak bisa membaca Alquran dan buta secara umum," kata Syafruddin yang hadir secara virtual.
Baca Juga:Ajarkan Sejak Dini, Ini 6 Cara Agar Anak Mencintai Shalat
Artinya, umat Islam yang bisa membaca Alquran masih tergolong rendah bila merujuk Indonesia sebagai negara pemeluk Islam terbesar di dunia . Atas dasar itulah, Syafruddin bersama sejumlah kelompok pemuda Islam mendirikan Yayasan Indonesia Damai Mengaji.
"Kami dan tim kelompok pemuda islam mendirikan foundation yang namanya Yayasan Indonesia Damai Mengaji. Saya ketuanya sedangkan ketua dewan pembinanya Imam besar Prof Nasaruddin," kata Syafruddin.
Baca Juga:Senang Tumpahkan Darah Ketika Adam Hendak Diciptakan, Siapa Makhluk Tersebut?