LANGIT7.ID - , Jakarta - Shalat adalah rukun Islam kedua yang wajib dijalankan umat Muslim dan merupakan salah satu amalan yang diminta pertanggungjawabannya di hari akhir. Ibadah shalat bukan hanya tentang bagaimana mengingat Allah SWT tapi juga untuk menunjukkan ketaatan dan tanggung jawab.
Menurut pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Buya Yahya, ada usia tamyiz dimana anak sudah bisa makan dan minum sendiri. Usia 7 tahun adalah masa yang tepat untuk mengajarkan anak shalat.
Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, dimana orang tua harus mengajarkan anak shalat mulai dari usia tujuh tahun.
Baca juga: 5 Cara Siapkan Mushala dalam Rumah yang Bisa Tambah Khusyuk Shalat"Memang untuk anak usia 7-9 tahun yang belum baligh tidak wajib shalat. Namun wajib bagi orang tua untuk mengajarkan anak shalat," kata Buya Yahya dalam kanal Al-Bahjah TV.
Selain shalat doa-doa tertentu juga harus diajarkan. Lebih tepatnya untuk Anda sebagai orang tua melakukan dan mencontohkan hingga anak melihat dan perlahan mengikuti.
"Paling tepat untuk anak kecil, usia tiga tahun, adalah pelajaran meniru. Menguatkan memorinya dengan menghafal dan hafalan yang paling indah adalah Alquran," kata Buya Yahya.
Buya Yahya menambahkan, waktu yang baik untuk mengenalkan anak pada Alquran adalah dengan hafalan sebelum usia 7 tahun.
Jika semua telah di contohkan lalu bagaimana cara mengajarkan anak untuk mencintai salat? Berikut tipsnya:
1. Mengenalkan 5 waktu shalatKehidupan seorang Muslim dimulai dari waktu subuh atau fajar dan diakhiri dengan isya. Saat Anda menginginkan anak-anak shalat 5 waktu, paling efektif adalah membangunkannya saat subuh. Ajak anak untuk shalat bersama Anda. Meski awalnya sulit, namun bila ini rutin dijalani lama kelamaan akan menjadi kebiasaan bagi mereka.
Agar ia dapat bangun subuh, jadwal tidurnya ketika malam hari di percepat. Misalnya setelah shalat isya, ajak anak untuk segera tidur agar bangun subuh tepat waktu.
2. Ajarkan dengan contoh Pola pembelajaran paling ampuh bagi anak-anak adalah meniru. Percuma meminta anak untuk shalat namun Anda tidak ikut mengerjakannya. Seperti dijelaskan Buya Yahya, anak usia 3 tahun memiliki sifat meniru. Bila Anda melakukan shalat dan amalan lainnya, anak perlahan akan mulai mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya.
3. Sediakan ruangan shalat sendiri Idealnya setiap rumah memiliki mushala atau ruang shalat sendiri. Namun, bila rumah Anda terbatas dengan ruang, bisa disiasati dengan menyiapkan khusus ruang di kamar tidur atau tempat yang jarang dilewati untuk menjadi tempat shalat.
Siapkan perlengkapan shalat seperti sajadah, mukena, sarung, untuk anak mengenali ruangan tersebut. Jadi, perlahan dia mengerti ruang tersebut memang khusus untuk tempat berdoa atau shalat.
4. Tunjukkan cara wudhu yang benarWudhu adalah rukun shalat dengan menyucikan diri sebelum beribadah. Ajarkan anak dengan mencontohkan bagaimana melakukukan wudhu yang baik dan benar. Kenalkan mulai dari niat wudhu, kemudian tahapan membasuh bagian-bagian tubuh dan diakhiri dengan doa.
Baca juga: Hukum Meninggalkan Shalat Subuh Akibat Kelelahan Bekerja5. Ajarkan anak adzan dan iqamah Seorang Ayah harus mengajarkan anak untuk adzan dan iqamah. Agar jika shalat bersama di rumah, anak bisa melakukannya. Cara mengajarkannya yakni, sang Ayah harus selalu menunjukkan kepada anak ketika ia akan shalat. Sesekali Anda bisa meminta mereka untuk bergantian melakukannya.
Anak memiliki rasa penasaran yang besar, lama-kelamaan jika mereka melihat Anda melakukannya, mereka juga akan melakukannya.
6. Bawa mereka ke masjidMemperkenalkan masjid ke anak-anak merupakan hal yang sangat penting. Karena itu seringlah membawa anak-anak ke masjid agar mereka bisa melihat secara langsung aktivitas di dalam masjid.
Dengan begitu, secara tak langsung akan menumbuhkan pemikiran bahwa tak hanya ayah atau ibunya saja yang melakukan shalat. Tapi semua umat muslim juga melakukan shalat, sehingga ia pun akan ikut melakukannya.
(est)