Dukung Pengembangan Pendidikan Pesantren, Buya Mahyeldi Hadiri Peletakan Batu Pertama Pesantren Ar Risalah 2
Muhajirin
Senin, 24 Januari 2022 - 13:00 WIB
Gubernur Sumbar di peresmian Pesantren Ar Risalah (foto: MC Sumatera Barat)
Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan melakukan peletakan batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan kampus perguruan Islam Ar Risalah 2 pada Minggu (23/1/22) di Airpura, Pesisir Selatan.
Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan terima kasih atas kesediaan Yayasan Ar Risalah, maupun para donatur untuk membuka cabang pesantren di Pesisir Selatan.
Menurutnya, Pesantren Ar Risalah di Kota Padang telah banyak memberikan manfaat bagi Sumatera Barat. Dengan berdirinya Ar Risalah 2 di Pessel, diharapkan dapat memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Pesisir Selatan.
Buya Mahyeldi mengatakan, hadirnya pesantren di suatu tempat tak hanya sebagai sarana belajar para santri, tetapi juga dapat memberikan stimulus bagi pergerakan roda perekonomian masyarakat setempat.
"Para santri yang nantinya tinggal di asrama tentu memiliki kebutuhan, maka itu otomatis menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar pesantren. Insya Allah hal itu nanti akan dirasakan masyarakat Airpura," ujar Buya.
Lebih lanjut Buya Mahyeldi juga mengatakan, hadirnya pesantren sebagai tempat jamaah membaca Al-Quran dan shalat berjamaah, juga akan menjadikan tempat itu bercahaya di hadapan penghuni langit.
"Tak hanya itu, ketika suatu tempat itu digemakan ayat Al-Quran dan ditegakkan sholat berjamaah, maka tempat itu akan bercahaya dan didoakan oleh para malaikat," sambungnya.
Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan terima kasih atas kesediaan Yayasan Ar Risalah, maupun para donatur untuk membuka cabang pesantren di Pesisir Selatan.
Menurutnya, Pesantren Ar Risalah di Kota Padang telah banyak memberikan manfaat bagi Sumatera Barat. Dengan berdirinya Ar Risalah 2 di Pessel, diharapkan dapat memberi manfaat, khususnya bagi masyarakat Pesisir Selatan.
Buya Mahyeldi mengatakan, hadirnya pesantren di suatu tempat tak hanya sebagai sarana belajar para santri, tetapi juga dapat memberikan stimulus bagi pergerakan roda perekonomian masyarakat setempat.
"Para santri yang nantinya tinggal di asrama tentu memiliki kebutuhan, maka itu otomatis menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar pesantren. Insya Allah hal itu nanti akan dirasakan masyarakat Airpura," ujar Buya.
Lebih lanjut Buya Mahyeldi juga mengatakan, hadirnya pesantren sebagai tempat jamaah membaca Al-Quran dan shalat berjamaah, juga akan menjadikan tempat itu bercahaya di hadapan penghuni langit.
"Tak hanya itu, ketika suatu tempat itu digemakan ayat Al-Quran dan ditegakkan sholat berjamaah, maka tempat itu akan bercahaya dan didoakan oleh para malaikat," sambungnya.