Arab Saudi Pastikan Jamaah Tak Perlu Isoman Sepulang Haji
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:33 WIB
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah di masa pandemi (foto: Gulf News)
Kementerian Kesehatan Arab Saudi memastikan bahwa jamaah haji yang pulang setelah mengikuti ibadah haji tidak perlu melakukan tes Covid-19 ataupun isolasi mandiri (isoman) saat tiba rumah.
Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Urusan Pencegahan, Dr. Abdullah Asiri, mengatakan bahwa para jemaah tidak perlu panik dalam hal tersebut. Sebab, para jamaah sudah divaksin sebelum mengikuti ibadah haji 2021.
"Beberapa jemaah haji tahun ini menanyakan perlunya tes Covid-19 atau isolasi sekembalinya ke rumah masing-masing. Karena semua jemaah mendapat vaksin, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan atau isolasi, kecuali mereka menunjukkan gejala Covid-19 dalam dua minggu pertama," kata Asiri, seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (24/7/2021).
Seperti diketahui, syarat utama mengikuti haji 2021 adalah warga Saudi dan ekspatriatharus mendapatkan dua dosis vaksin. Kuota haji yang diberikan pun terbatas hanya untuk 60.000 jemaah.
Program vaksinasi di Saudi juga terus digencarkan, di mana 23.848.177 warga Saudi telah menerima suntikan Covid-19, termasuk 1.426.140 warga lansia. Meski begitu, Dr. Abdullah Asiri menyebut bahwa masih banyak warga Saudi yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan.
"Ada tiga alasan utama dari mereka yang menolak vaksin. Takut akan efek samping, keraguan tentang pemahaman vaksin, dan percaya bahwa tidak perlu vaksin," ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi untuk Urusan Pencegahan, Dr. Abdullah Asiri, mengatakan bahwa para jemaah tidak perlu panik dalam hal tersebut. Sebab, para jamaah sudah divaksin sebelum mengikuti ibadah haji 2021.
"Beberapa jemaah haji tahun ini menanyakan perlunya tes Covid-19 atau isolasi sekembalinya ke rumah masing-masing. Karena semua jemaah mendapat vaksin, maka tidak perlu dilakukan pemeriksaan atau isolasi, kecuali mereka menunjukkan gejala Covid-19 dalam dua minggu pertama," kata Asiri, seperti dilansir dari Arab News, Sabtu (24/7/2021).
Seperti diketahui, syarat utama mengikuti haji 2021 adalah warga Saudi dan ekspatriatharus mendapatkan dua dosis vaksin. Kuota haji yang diberikan pun terbatas hanya untuk 60.000 jemaah.
Program vaksinasi di Saudi juga terus digencarkan, di mana 23.848.177 warga Saudi telah menerima suntikan Covid-19, termasuk 1.426.140 warga lansia. Meski begitu, Dr. Abdullah Asiri menyebut bahwa masih banyak warga Saudi yang tidak mau divaksin dengan berbagai alasan.
"Ada tiga alasan utama dari mereka yang menolak vaksin. Takut akan efek samping, keraguan tentang pemahaman vaksin, dan percaya bahwa tidak perlu vaksin," ujarnya.
(jqf)