Singapura Desak Gencatan Senjata di Jalur Gaza Jalan Terus
Muhajirin
Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:59 WIB
Jalur Gaza ketika dibombardir oleh Israel. Foto: SIPA USA/PA Images
Singapura menyatakan mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza. Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mendesak gencatan senjata di Jalur Gaza tetap dilaksanakan. Ia menyampaikan permintaan tersebur kepada Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid melalui sambungan telepon pada Jumat (23/7/2021), seperti dilansir Anadolu Agency.
Dalam telepon itu, Vivian dan Yair Lapid membahas kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan untuk menjangkau warga sipil yang terdampak.
Vivian mengatakan, Singapura berharap Israel dan Palestina dapat melanjutkan negosiasi demi mencapai two-state solution di mana kedua negara hidup berdampingan secara damai.
Dalam percakapan tersebut, kedua menlu sekaligus menegaskan hubungan bilateral antara kedua negara, termasuk kerja sama yang baik di berbagai bidang..
Sebelumnya pada 10-21 Mei, Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 289 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya.
Serangan itu terjadi dengan latar belakang keputusan pengadilan Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Al-Quds Timur.
Sementara, 13 warga Israel tewas akibat tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.
Dalam telepon itu, Vivian dan Yair Lapid membahas kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan untuk menjangkau warga sipil yang terdampak.
Vivian mengatakan, Singapura berharap Israel dan Palestina dapat melanjutkan negosiasi demi mencapai two-state solution di mana kedua negara hidup berdampingan secara damai.
Dalam percakapan tersebut, kedua menlu sekaligus menegaskan hubungan bilateral antara kedua negara, termasuk kerja sama yang baik di berbagai bidang..
Sebelumnya pada 10-21 Mei, Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza, menewaskan sedikitnya 289 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya.
Serangan itu terjadi dengan latar belakang keputusan pengadilan Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah, Al-Quds Timur.
Sementara, 13 warga Israel tewas akibat tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.