HNW Sayangkan Rencana Kepolisian Petakan Masjid dan Pesantren
Fajar adhitya
Jum'at, 28 Januari 2022 - 15:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyayangkan rencana Polri memetakan masjid demi tangkal radikalisme. Demikian pula dengan pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait ratusan pondok pesantren terafiliasi jaringan terorisme.
“Karena hal-hal seperti itu malah meresahkan dan potensial memecah belah antara komunitas masjid dan pesantren dengan TNI dan Polri, dan akan menumbuhkan saling curiga dan tidak percaya yang membahayakan persatuan, kesatuan pejuang, dan pendukung terbesar NKRI yaitu umat Islam dan TNI-Polri,” kata Hidayat melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
Hidayat berharap mestinya semua energi untuk pemberantasan terorisme dan radikalisme sekarang ini ditujukan untuk memetakan dan mengatasi bahaya yang nyata di depan mata. Seperti bahaya gerakan teror radikal separatis bersenjata OPM di Papua.
Baca Juga:BNPT Sebut Pesantren Berafiliasi Teroris, Cholil Nafis Minta Tak Gaduh
“Rencana pemetaan masjid dikaitkan dengan isu radikalisme, dan tuduhan terhadap ratusan pondok pesantren terkait terorisme, lagi-lagi menampakan wajah islamophobia,” katanya.
Hidayat memandang, rencana Polri dan pernyataan BNPT akan menimbulkan dugaan adanya framing negatif dan tidak adil terhadap umat Islam. Menurut dia, umat Islam adalah elemen masyarakat yang sangat berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia, dan komunitas yang sangat terasosiasi dengan Masjid dan Pesantren.
“Jadi, sangat wajar, dan saya mendukung, sikap Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan Pondok Gontor, yang secara tegas dan argumentatif mengkritisi dan menolak islamophobia dan framing yang muncul akibat opini tuduhan tanpa bukti tersebut,” ujarnya.
“Karena hal-hal seperti itu malah meresahkan dan potensial memecah belah antara komunitas masjid dan pesantren dengan TNI dan Polri, dan akan menumbuhkan saling curiga dan tidak percaya yang membahayakan persatuan, kesatuan pejuang, dan pendukung terbesar NKRI yaitu umat Islam dan TNI-Polri,” kata Hidayat melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (28/1/2022).
Hidayat berharap mestinya semua energi untuk pemberantasan terorisme dan radikalisme sekarang ini ditujukan untuk memetakan dan mengatasi bahaya yang nyata di depan mata. Seperti bahaya gerakan teror radikal separatis bersenjata OPM di Papua.
Baca Juga:BNPT Sebut Pesantren Berafiliasi Teroris, Cholil Nafis Minta Tak Gaduh
“Rencana pemetaan masjid dikaitkan dengan isu radikalisme, dan tuduhan terhadap ratusan pondok pesantren terkait terorisme, lagi-lagi menampakan wajah islamophobia,” katanya.
Hidayat memandang, rencana Polri dan pernyataan BNPT akan menimbulkan dugaan adanya framing negatif dan tidak adil terhadap umat Islam. Menurut dia, umat Islam adalah elemen masyarakat yang sangat berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia, dan komunitas yang sangat terasosiasi dengan Masjid dan Pesantren.
“Jadi, sangat wajar, dan saya mendukung, sikap Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan Pondok Gontor, yang secara tegas dan argumentatif mengkritisi dan menolak islamophobia dan framing yang muncul akibat opini tuduhan tanpa bukti tersebut,” ujarnya.