Muhammadiyah DIY Lakukan Mitigasi Lonjakan Varian Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 29 Januari 2022 - 19:05 WIB
Wakil Ketua PWM DIY, Arif Jamali Muis dalam konferensi pers melalui kanal YouTube MediamuID, Sabtu (29/1). (Foto: Dok. MCCC)
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) yang terkoordinasi dalam Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) mengantisipasi kemungkinan munculnya gelombang ketiga Covid-19, khususnya varian omicron. Hal itu dikarenakan terjadi peningkatan positivity rate di DIY dari 0,05 persen pada 10 Januari 2022 menjadi 1 persen pada Jumat (28/1).
Wakil Ketua PWM DIY, Arif Jamali Muis mengatakan bahwa angka positivity rate ini masih di bawah standar badan kesehatan dunia (WHO). Meski demikian, peningkatan dari 0,05 persen menjadi 1 persen menjadi perhatian bersama, terutama MCC yang diberi tugas PP Muhammadiyah untuk mengatasi penyebaran Covid-19.
Baca juga:Jokowi: Pemerintah Lakukan Berbagai Persiapan Hadapi Lonjakan Omicron
"Kami sudah menyiapkan delapan langkah mitigasi guna mencegah maupun menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga varian Omicron. Pertama, kami (MCCC DIY) sudah berkordinasi dengan poskor-poskor (baca: pos koordinasi) untuk mengaktifkan kembali relawan-relawan dan itu sudah mulai efektif per hari Jumat kemarin," kata Arif dalam konferensi pers melalui kanal YouTube MediamuID, Sabtu (29/1).
Selain itu, 25 titik layanan AmbulanceMu juga disiapkan yang meliputi persiapan kebutuhan dan kelengkapan ambulance maupun peningkatan kapasitas relawan. Belajar dari kasus gelombang kedua tahun lallu, Arif melihat pentingnya shelter untuk isolasi pasien Covid-19. Sehingga, shelter-shelter akan secara bertahap diaktifkan kembali dengan menunggu kajian para epidemiolog dan dokter Muhammadiyah di bawah Majelis Pembina Kesehatan Muhammadiyah (MPKU) PWM DIY.
"Yang keempat, kami dari MCCC PWM DIY dan MCCC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) akan melakukan pendampingan sekolah untuk melakukan pertemuan tatap muka terbatas (PTMP) bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah se DIY," ujar Arif.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, Forum Pemred Imbau Perbanyak Acara Virtual
Wakil Ketua PWM DIY, Arif Jamali Muis mengatakan bahwa angka positivity rate ini masih di bawah standar badan kesehatan dunia (WHO). Meski demikian, peningkatan dari 0,05 persen menjadi 1 persen menjadi perhatian bersama, terutama MCC yang diberi tugas PP Muhammadiyah untuk mengatasi penyebaran Covid-19.
Baca juga:Jokowi: Pemerintah Lakukan Berbagai Persiapan Hadapi Lonjakan Omicron
"Kami sudah menyiapkan delapan langkah mitigasi guna mencegah maupun menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga varian Omicron. Pertama, kami (MCCC DIY) sudah berkordinasi dengan poskor-poskor (baca: pos koordinasi) untuk mengaktifkan kembali relawan-relawan dan itu sudah mulai efektif per hari Jumat kemarin," kata Arif dalam konferensi pers melalui kanal YouTube MediamuID, Sabtu (29/1).
Selain itu, 25 titik layanan AmbulanceMu juga disiapkan yang meliputi persiapan kebutuhan dan kelengkapan ambulance maupun peningkatan kapasitas relawan. Belajar dari kasus gelombang kedua tahun lallu, Arif melihat pentingnya shelter untuk isolasi pasien Covid-19. Sehingga, shelter-shelter akan secara bertahap diaktifkan kembali dengan menunggu kajian para epidemiolog dan dokter Muhammadiyah di bawah Majelis Pembina Kesehatan Muhammadiyah (MPKU) PWM DIY.
"Yang keempat, kami dari MCCC PWM DIY dan MCCC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) akan melakukan pendampingan sekolah untuk melakukan pertemuan tatap muka terbatas (PTMP) bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah se DIY," ujar Arif.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, Forum Pemred Imbau Perbanyak Acara Virtual