Presiden Jokowi Tekankan 4 Amanat Ini di Munas Korpri
Fajar adhitya
Ahad, 30 Januari 2022 - 07:40 WIB
Presiden Joko Widodo (Dok Biro Setpres).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) IX Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta. Ia menyampaikan empat poin penting yang merupakan amanat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di seluruh tanah air.
“Pertama, Korpri harus mampu mengajak dan mendorong seluruh ASN memiliki orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. (ASN) harus memiliki jiwa melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani masyarakat,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya, dikutip Ahad (30/1/2022).
Menurut Presiden, fenomena ASN yang meminta dilayani masyarakat memang klise, tapi hal itu telah lama bercokol dan membudaya. “Sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan budaya birokrasi feodal sehingga menjadikan ASN kurang produktif,” ujarnya.
Baca Juga:Buka MTQ, Wamenag Ingatkan Perjuangan Kesultanan Buton dalam Dakwah
Kedua, Presiden meminta agar segala sumber daya dan kewenangan yang diberikan oleh negara kepada ASN digunakan secara akuntabel. Otoritas yang dimiliki harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan memberdayakan masyarakat.
“Birokrasi bukan hanya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tapi kehadiran yang berdampak nyata pada masyarakat. Itu yang penting. Memberikan solusi kepada persoalan-persoalan masyarakat, serta melindungi, mengayomi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai amanat konstitusi,” jelasnya.
Yang ketiga, Presiden meminta agar seluruh ASN mau dan mampu beradaptasi di tengah perubahan yang cepat. ASN harus mampu meningkatkan kompetensi diri, mampu menjadi trendsetter, dan bersikap terbuka dengan menghilangkan semua ego sektoral.
“Pertama, Korpri harus mampu mengajak dan mendorong seluruh ASN memiliki orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. (ASN) harus memiliki jiwa melayani masyarakat, bukan justru minta dilayani masyarakat,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya, dikutip Ahad (30/1/2022).
Menurut Presiden, fenomena ASN yang meminta dilayani masyarakat memang klise, tapi hal itu telah lama bercokol dan membudaya. “Sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan budaya birokrasi feodal sehingga menjadikan ASN kurang produktif,” ujarnya.
Baca Juga:Buka MTQ, Wamenag Ingatkan Perjuangan Kesultanan Buton dalam Dakwah
Kedua, Presiden meminta agar segala sumber daya dan kewenangan yang diberikan oleh negara kepada ASN digunakan secara akuntabel. Otoritas yang dimiliki harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan memberdayakan masyarakat.
“Birokrasi bukan hanya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tapi kehadiran yang berdampak nyata pada masyarakat. Itu yang penting. Memberikan solusi kepada persoalan-persoalan masyarakat, serta melindungi, mengayomi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai amanat konstitusi,” jelasnya.
Yang ketiga, Presiden meminta agar seluruh ASN mau dan mampu beradaptasi di tengah perubahan yang cepat. ASN harus mampu meningkatkan kompetensi diri, mampu menjadi trendsetter, dan bersikap terbuka dengan menghilangkan semua ego sektoral.