LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) V Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Kendari. Dalam sambutannya, ia berharap aparatur sipil negara (ASN) dapat memberi warna bagi keragaman Indonesia.
“Spirit al-Qur’an adalah motivasi terbaik untuk kita semua menjadi abdi negara yang moderat, toleran, dan penuh dedikasi,” ujar Zainut di Arena Utama MTQ Square Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahad (14/11/2021) malam.
MTQ V KORPRI tahun 2021 berlangsung di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara adalah satu di antara wilayah yang menjadi dasar berkembangnya Islam di Indonesia bagian Timur.
Baca Juga: Uu Sampaikan 4 Pesan ke Wisudawan STID Sinarasa CiamisDi sinilah lahir Kesultanan Buton yang begitu kokoh dan
concern terhadap dakwah. Kesultanan Buton pulalah yang pada akhirnya banyak menjembatani masyarakat Buton dalam bersosialisasi dengan dunia Internasional.
Menurut Zainut, jejak Kesultanan Buton memberi spirit yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Islam begitu indah membumi, tanpa harus menegasikan nilai-nilai lokal. Justru, Islam membumi dan memberi warna yang lebih indah, membentuk harmoni indah yang terjaga di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: Siswa MAN 2 Kudus Raih Emas di Ajang Penemu Muda Internasional“Sulawesi Tenggara bukan hanya indah alamnya, namun juga rukun masyarakatnya. Sangat tepat jika MTQ V KORPRI ini diselenggarakan di Kota Kendari ini. Karena itulah, mari kita jadikan event ini sebagai momentum untuk menjaga spirit pengabdian,” ujarnya.
Ia mengatakan, hadirnya aparatur negara yang profesional dan berdedikasi adalah bagian penting dari pembangunan Nasional. Pemerintah telah mencanangkan arah pembangunan nasional yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berkeadilan. Goal dari semua ini adalah terbangunnya pemerataan pembangunan dan layanan publik yang prima.
Baca Juga: Sambangi Kupang, Kiai Said Pimpin Peletakan Batu Graha AswajaPada saat bersamaan, lanjut dia, arah zaman terus menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis. Berbagai pencapaian teknologi telah mengubah peradaban manusia lebih cepat dari waktunya. Publik kini banyak dimanjakan dengan berbagai produk teknologi yang memudahkan, memanjakan dan membahagiakan. Maka sangat wajar jika kini publik Indonesia telah sangat mengenal istilah layanan cepat, tepat dan murah.
“Di titik inilah para aparatur negara bukan hanya hadir dalam konsepnya yang 'alakadarnya', namun harus benar-benar memberikan respons yang cepat dan terukur. Tugas-tugas layanan publik dan aparatur negara dituntut memberi jawaban atas kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran negara benar-benar nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Wamenag Dorong Aktivis Pramuka Jadi Duta Moderasi BeragamaMenurut dia, terbangunnya SDM yang berkualitas tak dapat dilepaskan dari nilai-nilai agama. Indonesia adalah bangsa yang lahir dan tumbuh bersama nilai-nilai agama yang sangat nyata berkontribusi terhadap pembangunan.
“Agama dan negara telah menjalin kerjasama yang saling mengisi dan menyempurnakan, sehingga bangsa Indonesia hingga hari ini masih tetap kokoh,” jelasnya.
Baca Juga: Momentum Hari Pahlawan, Menag Ajak Masyarakat Bumikan Moderasi Beragama(zhd)