WHO Ingatkan Peningkatan Kematian Akibat Omicron Terus Bertambah
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 03 Februari 2022 - 06:05 WIB
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: file - Anadolu Agency)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan tentang peningkatan kematian akibat Covid-19 yang melanda seluruh dunia, khususnya pasca merebaknya varian Omicron. Pencegahan penularan virus masih menjadi hal terpenting yang harus dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berbicara di webinar. Dalam kesempatan itu, Tedros mengatakan ada peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan akibat Covid-19 masih menjadi perhatian internasional. Terleih tingkat alarm tertinggi di bawah hukum internasional diumumkan atas penyebaran Covid-19.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen
"Pada saat itu, ada kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian yang dilaporkan di luar China. Dua tahun kemudian, lebih dari 370 juta kasus telah dilaporkan dan lebih dari 5,6 juta kematian kami tahu jumlah ini terlalu rendah," kata Tedros dikutip Rabu (2/2)
Tedros menjelaskan bahwa hampir 90 juta kasus telah dilaporkan ke WHO. Catatan itu lebih banyak dari yang dilaporkan sepanjang tahun 2020 sejak Omicron pertama kali diidentifikasi hanya 10 minggu yang lalu.
Lebih dari 22 juta kasus dilaporkan ke WHO dalam tujuh hari terakhir, terutama didorong oleh Omicron. "Kami sekarang mulai melihat peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan di sebagian besar wilayah di dunia," ucap Tedros.
Baca juga:Satgas Covid-19: Kasus Positif Meningkat 40 Kali dalam Sepekan
Hal tersebut disampaikan Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berbicara di webinar. Dalam kesempatan itu, Tedros mengatakan ada peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan akibat Covid-19 masih menjadi perhatian internasional. Terleih tingkat alarm tertinggi di bawah hukum internasional diumumkan atas penyebaran Covid-19.
Baca juga:Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen
"Pada saat itu, ada kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian yang dilaporkan di luar China. Dua tahun kemudian, lebih dari 370 juta kasus telah dilaporkan dan lebih dari 5,6 juta kematian kami tahu jumlah ini terlalu rendah," kata Tedros dikutip Rabu (2/2)
Tedros menjelaskan bahwa hampir 90 juta kasus telah dilaporkan ke WHO. Catatan itu lebih banyak dari yang dilaporkan sepanjang tahun 2020 sejak Omicron pertama kali diidentifikasi hanya 10 minggu yang lalu.
Lebih dari 22 juta kasus dilaporkan ke WHO dalam tujuh hari terakhir, terutama didorong oleh Omicron. "Kami sekarang mulai melihat peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan di sebagian besar wilayah di dunia," ucap Tedros.
Baca juga:Satgas Covid-19: Kasus Positif Meningkat 40 Kali dalam Sepekan