Pembangunan Musala ITC BSD, Pengelola: Penuh Perjuangan dan Sempat Dilarang
Jaja Suhana
Kamis, 03 Februari 2022 - 23:50 WIB
Mushala ITC BSD. Foto: Jaja Suhana.
Bermula dari sebuah musala kecil, musala ITC BSD kini memiliki tempat yang cukup luas untuk shalat berjamaah karyawan dan para pedagang di gedung ITC BSD Tangerang Selatan. Para pengelola ruko di sana berjuang agar dapat mendirikan musala yang dapat menampung jemaah lebih banyak.
Mereka sejak lama memimpikan adanya musala yang cukup besar untuk kegiatan beribadah shalat lima waktu. Sebab musala sebelumnya sangat padat pada setiap waktu shalat. Saat ini musala itu dapat menampung puluhan jamaah pada waktu shalat.
"Pendirian musala ini cukup berat, awalnya sempat dilarang oleh pengelola karena ukurannya yang cukup besar, pengelola ingin supaya musala tetap yang kecil saja. Selain itu pengelola gedung ITC BSD merupakan seorang non muslim," kata Dadang, Pengelola Musala ITC BSD kepada Langit7, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:Upaya Yayasan Indonesia Damai Mengaji Berantas Buta Alquran
Namun, lanjutnya, para pedagang kukuh mengatakan ingin ada musala yang lebih besar, akhirnya setelah perjuangan cukup lama musala itu berdiri di tahun 2017 silam. Hasil dari patungan para pedagang di bawah pimpinan bapak Fuad dan saat ini kepengurusan musala dialihkan kepada bapak Anto.
"Masjid ini ramai terus, bahkan sampai jamaahnya membludak keluar pada saat tarawih dan shalat maghrib di bulan Ramadhan," ujar Dadang.
Baca Juga:Sambil Berjualan Kopi, Nandang Abdikan Diri di Mushala ITC BSD
Mereka sejak lama memimpikan adanya musala yang cukup besar untuk kegiatan beribadah shalat lima waktu. Sebab musala sebelumnya sangat padat pada setiap waktu shalat. Saat ini musala itu dapat menampung puluhan jamaah pada waktu shalat.
"Pendirian musala ini cukup berat, awalnya sempat dilarang oleh pengelola karena ukurannya yang cukup besar, pengelola ingin supaya musala tetap yang kecil saja. Selain itu pengelola gedung ITC BSD merupakan seorang non muslim," kata Dadang, Pengelola Musala ITC BSD kepada Langit7, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga:Upaya Yayasan Indonesia Damai Mengaji Berantas Buta Alquran
Namun, lanjutnya, para pedagang kukuh mengatakan ingin ada musala yang lebih besar, akhirnya setelah perjuangan cukup lama musala itu berdiri di tahun 2017 silam. Hasil dari patungan para pedagang di bawah pimpinan bapak Fuad dan saat ini kepengurusan musala dialihkan kepada bapak Anto.
"Masjid ini ramai terus, bahkan sampai jamaahnya membludak keluar pada saat tarawih dan shalat maghrib di bulan Ramadhan," ujar Dadang.
Baca Juga:Sambil Berjualan Kopi, Nandang Abdikan Diri di Mushala ITC BSD