Tahajud dan Shalat Subuh Bermanfaat Jaga Kesehatan
Fajar adhitya
Jum'at, 04 Februari 2022 - 04:12 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Sebuah studi ilmiah mengungkapkan bahwa kebiasaan tahajud dan menjaga shalat Subuh bermanfaat untuk kesehatan. Bangun malam dapat meminimalisir hingga menyembuhkan depresi.
Menurut studi kesehatan, jam tidur optimal berkisar antara delapan sampai 10 jam. Meski demikian, bekaca dari kebiasaan Rasulullah yang menggunakan sepertiga malamnya untuk shalat ternyata menimbulkan dampak kesehatan yang menggembirakan.
“…Nabi tidur sebagian malam, (Fathul Bari halaman 249, jilid 1). Larut malam, dia bangun dan melakukan wudhu dan berdiri untuk shalat". HR Bukhari.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen
Dilansir About Islam, Dr Karima Burns, seorang konselor, dokter Naturopatik, menjelaskan, studi modern menunjukkan bahwa ini sebenarnya bisa menjadi saran kesehatan terbaik bagi banyak orang. Bahkan, banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa lebih sehat dalam beberapa kasus.
Kripke dan rekan kerja menganalisis data dari studi American Cancer Society yang dilakukan antara tahun 1982 dan 1988. Studi ini mengumpulkan informasi tentang kebiasaan tidur dan kesehatan orang, dan kemudian mengikuti mereka selama enam tahun.
Peserta studi berkisar antara 30 hingga 102 tahun, dengan usia mulai rata-rata 57 tahun untuk wanita dan 58 tahun untuk pria. Dalam studi tersebut risiko kematian bagi orang-orang dengan terlalu banyak tidur adalah 34 persen dibandingkan dengan hanya 12 persen untuk mereka yang tidur delapan jam dan hanya 22 persen untuk mereka yang terlalu sedikit tidur.
Menurut studi kesehatan, jam tidur optimal berkisar antara delapan sampai 10 jam. Meski demikian, bekaca dari kebiasaan Rasulullah yang menggunakan sepertiga malamnya untuk shalat ternyata menimbulkan dampak kesehatan yang menggembirakan.
“…Nabi tidur sebagian malam, (Fathul Bari halaman 249, jilid 1). Larut malam, dia bangun dan melakukan wudhu dan berdiri untuk shalat". HR Bukhari.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen
Dilansir About Islam, Dr Karima Burns, seorang konselor, dokter Naturopatik, menjelaskan, studi modern menunjukkan bahwa ini sebenarnya bisa menjadi saran kesehatan terbaik bagi banyak orang. Bahkan, banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur bisa lebih sehat dalam beberapa kasus.
Kripke dan rekan kerja menganalisis data dari studi American Cancer Society yang dilakukan antara tahun 1982 dan 1988. Studi ini mengumpulkan informasi tentang kebiasaan tidur dan kesehatan orang, dan kemudian mengikuti mereka selama enam tahun.
Peserta studi berkisar antara 30 hingga 102 tahun, dengan usia mulai rata-rata 57 tahun untuk wanita dan 58 tahun untuk pria. Dalam studi tersebut risiko kematian bagi orang-orang dengan terlalu banyak tidur adalah 34 persen dibandingkan dengan hanya 12 persen untuk mereka yang tidur delapan jam dan hanya 22 persen untuk mereka yang terlalu sedikit tidur.