Sabar dan Tenang, Ladang Pahala Suami Saat Marah ke Istri
Muhajirin
Jum'at, 04 Februari 2022 - 19:05 WIB
KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha (foto: istimewa)
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menilai, ada sebuah pahala besar bagi para suami jika mampu tenang dan sabar saat marah ke istri.
"Ketika istri marah merupakan cara suami mendapatkan pahala besar tanpa modal. Allah Ta'ala memberikan peringatan kepada hamba-Nya agar tetap berhati-hati pada keluarga, baik istri ataupun anak," katanya, dikutip kanal Pengajian Gus Baha, Jumat (3/2/2022).
Pahala besar itu juga termasuk keutamaan menjadi seorang suami kepada istri. Ladang pahala kala marah itu termaktub dalam Surah At-Taghabun ayat 14. Rasulullah mencontohkan hal ini dalam beberapa hadits.
Gus Baha mengingatkan, tidak ada istri yang sempurna di dunia ini. Ada istri cantik, berakhlak mulia, pandai bersikap, teliti dalam melayani suami dan pandai mengatur rumah tapi sangat pencemburu.
Ada juga istri yang cantik pandai menyenangkan suami, mengurus rumah tapi kurang beribadah. Artinya, wanita pasti memiliki aib dan cacat. Dalam kehidupan berumah tangga cekcok merupakan hal yang wajar terjadi.
"Saya itu, mulai menikah sampai sekarang hampir tidak pernah bertengkar sama istri," ucap Gus Baha. Sampai-sampai, kata dia, istrinya pernah meminta mufasir itu untuk membalas kemarahannya.
"Supaya saya punya musuh, kata istri saya," tutur Gus Baha. Bagi dia, Allah itu Maha Baik. Ketika rumah tangga harmonis diharapkan mendapatkan pahala dari situ. "Sehingga saya ngasih uang, menyenangkan Anda (istri), ketika anda marah padahal saya lewat sabar, ya sudah itu semua baik," ucapnya.
"Ketika istri marah merupakan cara suami mendapatkan pahala besar tanpa modal. Allah Ta'ala memberikan peringatan kepada hamba-Nya agar tetap berhati-hati pada keluarga, baik istri ataupun anak," katanya, dikutip kanal Pengajian Gus Baha, Jumat (3/2/2022).
Pahala besar itu juga termasuk keutamaan menjadi seorang suami kepada istri. Ladang pahala kala marah itu termaktub dalam Surah At-Taghabun ayat 14. Rasulullah mencontohkan hal ini dalam beberapa hadits.
Gus Baha mengingatkan, tidak ada istri yang sempurna di dunia ini. Ada istri cantik, berakhlak mulia, pandai bersikap, teliti dalam melayani suami dan pandai mengatur rumah tapi sangat pencemburu.
Ada juga istri yang cantik pandai menyenangkan suami, mengurus rumah tapi kurang beribadah. Artinya, wanita pasti memiliki aib dan cacat. Dalam kehidupan berumah tangga cekcok merupakan hal yang wajar terjadi.
"Saya itu, mulai menikah sampai sekarang hampir tidak pernah bertengkar sama istri," ucap Gus Baha. Sampai-sampai, kata dia, istrinya pernah meminta mufasir itu untuk membalas kemarahannya.
"Supaya saya punya musuh, kata istri saya," tutur Gus Baha. Bagi dia, Allah itu Maha Baik. Ketika rumah tangga harmonis diharapkan mendapatkan pahala dari situ. "Sehingga saya ngasih uang, menyenangkan Anda (istri), ketika anda marah padahal saya lewat sabar, ya sudah itu semua baik," ucapnya.