home edukasi & pesantren

Tausiyah Ahad Pagi: Sabar Sebagai Bentuk Kematangan Spiritual

Ahad, 06 Februari 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Imam Masjid Istiqlal KH Hasanuddin Sinaga dalam salah satu ceramahnya di Masjid Istiqlal menyinggung pentingnya seorang muslim memiliki rasa sabar sebagai bentuk kematangan spiritual. Menurut dia, fenomena umat Islam dewasa ini terjadi kekeringan spiritual dalam beragama.

Padahal,dalam menyikapi persoalan krisis spiritual yang dialami umat beragama, jalan terbaik adalah menengok kembali nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama yang diyakini mampu mengatasi permasalahan krisis itu adalah nilai agama yang berdimensi spiritual.

Ada banyak dimensi agama, yang dalam Islam terdapat dimensi syariat, hakikat, dan tarekat. Atau dalam konteks lain, agama memiliki dimensi lahir dan dimensi batin. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, aspek spiritual diwakili oleh term al-ruh (ruh), al-qalb (hati), al-nafs (jiwa), dan al-‘aql (akal) yang semuanya merupakan sinonim.

"Tujuan hidup manusia dalam perspektif spiritual adalah menggapai hidup yang bermakna dan mampu menenteramkan batin," katanya.

Manusia membutuhkan sesuatu yang akan menyejukkan hatinya, menenteramkan jiwanya serta terhindar dari keresahan dan kecemasan. Spiritualitas bertujuan sebagai terapi bagi penyakit jiwa. Oleh karena itu, spiritual keagamaan merupakan kebutuhan dasar manusia menuju kebenaran yang hakiki.

Selama perjalanan hidup di dunia yang hanya sebentar, manusia mengalami berbagai peristiwa, suka duka, sakit senang, sengsara bahagia, dan seterusnya. Kejadian yang dialami silih berganti.

"Begitulah Tuhan mengukir manusia, apakah semua ini dapat dilalui dengan baik sehingga mendatangkan kebaikan ataukah akan mendatangkan kejahatan dan dosa," paparnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sabar masjid istiqlal tausiyah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya