Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home otomotif detail berita

Stellantis: Ingin Menghidupkan Kembali 2CV Legendaris sebagai Mobil Listrik Seharga Rp275 Juta

dwi sasongko Selasa, 26 Mei 2026 - 22:59 WIB
Stellantis: Ingin Menghidupkan Kembali 2CV Legendaris sebagai Mobil Listrik Seharga Rp275 Juta
LANGIT7.ID-Jakarta; Pembeli mobil di Eropa mungkin akan segera melihat kembalinya salah satu mobil rakyat paling ikonik di benua itu — kali ini digerakkan oleh baterai, bukan bensin.

Stellantis, raksasa otomotif multinasional di balik merek-merek seperti Citroën, Fiat, Jeep, Peugeot, dan Ram, dikabarkan sedang mematangkan rencana untuk meluncurkan mobil listrik berbiaya sangat rendah di Eropa dengan harga di bawah €15.000 — atau sekitar Rp275 juta — pada tahun 2028.

Inti spekulasi ini adalah kemungkinan dihidupkannya kembali Citroën 2CV yang legendaris, mobil ekonomi minimalis asal Prancis yang menjadi simbol mobilitas terjangkau di Eropa pascaperang.

Laporan media otomotif Prancis dan analis industri menyebutkan bahwa para eksekutif Stellantis telah membahas interpretasi ulang 2CV dalam bentuk listrik modern sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk merebut kembali pasar mobil murah Eropa yang mulai menghilang.

Langkah ini terjadi saat produsen mobil Eropa berlomba melawan pesatnya pertumbuhan pabrikan mobil listrik China yang berbiaya rendah, sembari berusaha memenuhi peraturan emisi yang lebih ketat dan melambatnya permintaan konsumen akan mobil listrik mahal.


Medan pertempuran Eropa


Para analis mengatakan bahwa pertarungan untuk generasi berikutnya mobil listrik terjangkau di Eropa dapat mengubah ulang industri otomotif benua tersebut selama dekade mendatang.

Tantangan bagi Stellantis bukan sekadar membuat mobil listrik murah — tetapi membuatnya dengan menguntungkan.

Harga baterai tetap menjadi hambatan terbesar dalam produksi mobil listrik murah. Produsen mobil juga menghadapi kenaikan biaya tenaga kerja, peraturan keselamatan yang mahal, rantai pasok yang tidak stabil, dan tekanan dari investor yang menuntut margin keuntungan lebih besar. Selama dekade terakhir, banyak produsen mobil Eropa secara bertahap meninggalkan mobil entry-level berukuran sangat kecil karena keuntungannya rendah dibandingkan SUV dan crossover.

Pergeseran itu turut mendorong kenaikan harga rata-rata mobil di seluruh Eropa dan membuat banyak pembeli muda serta berpenghasilan rendah keluar dari pasar mobil baru sama sekali.

Para pengamat industri mengatakan proyek "mobil listrik" yang direncanakan Stellantis dirancang untuk membalikkan tren tersebut.

Media Prancis yang mengutip sumber internal perusahaan menyebutkan bahwa kendaraan yang diusulkan akan mengutamakan kesederhanaan, konstruksi ringan, dan biaya produksi rendah, bukan fitur premium. Seorang konsultan yang terlibat dalam diskusi menggambarkan proyek tersebut membutuhkan "minimalisme industri", di mana setiap komponen, material, dan keputusan pemasok akan diperiksa ketat untuk menekan biaya.

Kemungkinan dihidupkannya kembali 2CV memiliki makna simbolis dan emosional yang mendalam di Prancis.

Pertama kali diperkenalkan oleh Citroën pada tahun 1948, 2CV terkenal karena kepraktisannya yang sangat sederhana, biaya operasional rendah, dan kemampuannya melintasi jalan pedesaan yang kasar. Mobil ini memainkan peran serupa dengan Volkswagen Beetle di Jerman — mobil pasar massal yang mendemokratisasi mobilitas bagi keluarga biasa setelah Perang Dunia II.


Mendemokratisasi mobilitas listrik


Laporan yang mengaitkan 2CV dengan strategi EV Stellantis masa depan semakin kuat setelah CEO Citroën, Xavier Chardon, secara terbuka mengakui ketertarikannya untuk menghadirkan kembali model tersebut dalam bentuk listrik.

Meskipun Stellantis belum mengonfirmasi kendaraan tersebut secara resmi, komentar Chardon memicu spekulasi bahwa para eksekutif melihat merek 2CV sebagai cara untuk membangkitkan nostalgia sambil memasarkan keterjangkauan.

Namun risikonya cukup besar.

Jika model baru ini dianggap terlalu mahal, terlalu rumit secara teknologi, atau terputus dari kesederhanaan 2CV asli, reaksi negatif dari penggemar dan pembeli bisa sangat keras.

Laporan industri juga menunjukkan adanya persaingan internal di Stellantis mengenai merek mana yang akan memimpin proyek ini.


Platform EV terjangkau


Citroën dan Fiat sama-sama dilaporkan berusaha menguasai platform EV terjangkau tersebut, dengan keputusan yang kemungkinan akan mempengaruhi desain, harga, alokasi pabrik, dan posisi pasar.

Satu pabrik yang sering disebut dalam laporan adalah pabrik Pomigliano d'Arco Stellantis dekat Naples, Italia — fasilitas yang secara historis terkait dengan produksi Fiat Panda, mobil kota ikonik Eropa lainnya yang dikenal dengan kepraktisan dan biaya kepemilikan rendah.

Memproduksi EV di Eropa juga akan memiliki arti penting secara politis.

Pemerintah Eropa semakin khawatir tentang ketergantungan pada mobil listrik buatan China dan rantai pasok baterai.


Tarif Eropa


Para pejabat Uni Eropa telah memberlakukan tarif pada beberapa impor mobil listrik China karena khawatir produsen mobil China yang didukung negara dapat mengalahkan produsen domestik melalui penetapan harga yang agresif.

Pada saat yang sama, Stellantis sendiri memiliki hubungan yang dalam dengan China.

Perusahaan ini memiliki saham 21% di pabrikan mobil listrik China, Leapmotor, yang memicu spekulasi bahwa teknologi atau komponen baterai China pada akhirnya dapat berperan dalam proyek EV murah tersebut.

Stellantis tidak sendirian dalam perlombaan EV terjangkau.

Pesaingnya dari Prancis, Renault, telah menarik perhatian besar dengan menghidupkan kembali Renault 5 listrik dan rencana untuk mobil kota listrik murah yang terinspirasi oleh Twingo klasik.

Merek-merek China seperti BYD dan MG juga telah berekspansi secara agresif ke seluruh Eropa dengan model listrik berharga lebih rendah.

Para analis mengatakan beberapa tahun ke depan akan menentukan apakah Eropa masih dapat memproduksi mobil yang benar-benar terjangkau di dalam negeri — atau apakah dominasi EV murah akan bergeser secara pasti ke China.

Jika Stellantis berhasil menghadirkan mobil listrik siap jalan di kisaran harga Rp275 juta tanpa sangat bergantung pada subsidi, hal itu dapat memaksa pesaing untuk memikirkan ulang secara radikal strategi harga dan pengembangan mobil kecil.

Jika gagal, proyek ini berisiko menjadi janji lain yang mencolok di industri di mana "mobil listrik terjangkau" seringkali tetap berada di luar jangkauan. (*/saf/gulfnews)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)