home masjid

Nasihat Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari tentang Menerima Takdir

Ahad, 06 Februari 2022 - 11:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim hendaknya dipami bahwa itu merupakan bagian dari takdir Allah. Baik takdir baik maupun buruk, seorang muslim harus menjalaninya dengan ikhlas dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam kitabnya yang monumental, Al Hikam, Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari memberikan nasihat kepada umat muslim pentingnya ibadah sebagai hakikat diciptakannya manusia di alam bumi. Serta pentingnya menerima takdir dari Allah setelah berdoa dan berusaha dengan maksimal.

Nasihat pertama Ibnu Atha'illah as-Sakandari mengingatkan tentang pentingnya ibadah: ijtihaduka fima dumina laka, wa tafsiruka fima turiba minka, dalilun alan timasil basyirati minka. Kesungguhanmu dalam mencari sesuatu yang Allah pasti jamin buat kamu hingga membuatmu lalai akan kewajiban kepada Allah, adalah tanda tanda butanya mata hatimu.

Baca Juga:Selain Oki Setiana Dewi, Ini 5 Artis yang Alih Profesi Jadi Pendakwah

"Banyak di antara kita yang ngoyo, mencari sesuatu yang sebenarnya telah Allah SWT jamin buat kita. Namun lalai terhadap tuntutan ibadah kepada-Nya," kata ustaz Fakhrur Raji dalam khutbah Jum'at di Masjid Assalaam, dikutip Ahad (6/2/2022).

Fakhrur Raji menjelaskan, tidak ada salahnya bagi seorang muslim untuk mencari penghidupan di dunia. Bahkan Allah SWT sendiri memerintahkan manusia untuk berusaha memenuhi kehidupan dengan jalan yang halal.

Akan tetapi, lanjutnya, mencari sesuatu sampai melupakan kewajiban kepada Allah, itulah yang dilarang. Ia menerangkan, rezeki, jodoh, dan umur manusai telah ditentukan oleh Allah. Jangan sampai lupa kepada apa yang Allah tuntut dari hambanya, yakni beribadah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
iman takdir allah khutbah jumat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya