home edukasi & pesantren

Ilmu, Iman, dan Amal dalam Islam tidak Bisa Dipisahkan

Sabtu, 05 Februari 2022 - 14:01 WIB
Hamid Fahmy Zarkasyi (foto: istimewa)
Dalam kehidupan sosial, ilmu, iman, dan amal merupakan tiga hal yang tidak bisa dipisahkan seorang muslim. Ilmu mesti diikuti dengan iman dan amal, tidak bisa hanya fokus pada salah satunya saja. Ini sekaligus membuktikan kesempurnaan dalam Islam.

Rektor Universitas Darussalam, Gontor, Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan, setiap orang melakukan suatu perbuatan berdasarkan berdasarkan apa yang dipikirkan dan yang diketahui. Jadi, pengetahuan dan keyakinan memiliki dampak terhadap perbuatan.

Maka itu, ada dua alasan jika seseorang melakukan dosa. Pertama, orang tersebut tidak tahu. Kedua, orang itu tidak yakin dosa memiliki dampak terhadap dirinya. Islam tidak mengenal dua hal itu, karena syariah telah mengatur segala sesuatu.

"Ilmu dalam Islam mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan perbuatan anda. Maka dari itu syariah, akidah, akhlak; ilmu, iman, amal tiga hal tidak bisa dipisahkan," kata Hamid, dikutip akun resmi Unida Gontor, Sabtu (5/2/2022).

Guru besar Ilmu Filsafat Islam itu lalu menjelaskan, Islam merupakan agama wahyu yang datang membawa sekian banyak ajaran (syamil-kamil). Di antaranya cara hidup secara Islam dan memahami diri sendiri secara Islam.

Ada banyak ayat dalam Al-Qur'an yang menjelaskan tentang cara memahami diri secara Islam. Jiwa manusia tidak selalu berorientasi pada kebaikan saja, tapi berpotensi melenceng pada keburukan. Qur'an menyebut fujur dan taqwa.

Manusia tidak pernah luput dari bisikan setan dan bisikan kebaikan dari malaikat. Maka itu, seseorang sangat penting memahami tingkat jiwa dalam perspektif Islam seperti nafsu mutmainnah, nafsu ammarah bissu', hingga nafsu lawwamah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
amal amal saleh ilmu ilmu agama hamid fahmy zarkasyi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya